Pengelola Monas sebut pohon tidak ditebang tapi hanya direlokasi

Pengelola Monas sebut pohon tidak ditebang tapi hanya direlokasi

Suasana pembangunan Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Senin (20/1/2020). Pemprov DKI Jakarta melakukan revitalisasi kawasan Monas dengan menebang kurang lebih 190 pohon untuk dibangun plaza yang akan dilengkapi dengan fasilitas publik yang ditargetkan selesai pada Februari 2020. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Itu sebenarnya bukan ditebang begitu saja, jadi pohon-pohon itu akan dipindahkan. Kalau tidak bisa dipindahkan akan kita tanam pohon baru
Jakarta (ANTARA) - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monumen Nasional (Monas) Isa Sanuri mengatakan pohon- pohon yang diisukan ditebang oleh pengelola sebenarnya direlokasi atau dipindahkan ke area lain.

"Itu sebenarnya bukan ditebang begitu saja, jadi pohon-pohon itu akan dipindahkan. Kalau tidak bisa dipindahkan akan kita buat baru (pohon-pohon)," ujar Isa saat dihubungi, Senin

Lebih lanjut Isa mengatakan pohon- pohon yang berukuran besar dan berjumlah sebanyak 150 batang dipindahkan ke pelataran Selatan, sedangkan untuk pohon- pohon kecil di pindahkan ke bagian timur dan barat Monas.

Pohon- pohon yang dipindahkan itu pun berasal dari kawasan Utara Monas yang nantinya akan masuk dalam rencana revitalisasi Monas.

Baca juga: Anggota Polrestro Jaksel 'wajib' tanam bibit pohon bila naik pangkat

Baca juga: Polda Metro Jaya catat rekor Muri penanaman terkait pohon

Baca juga: Warga dua wilayah adukan pencemaran lingkungan ke Sudin LH Jaksel


Nantinya pohon- pohon itu akan disusun pada jalur hijau memastikan pengunjung Monas merasa sejuk saat melewati kawasan bersejarah yang telah ada sejak 1975 itu.

"Yang jelas tidak sekedar dipindahkan, tapi kita jadikan ruang terbuka hijau," kata Isa Sanuri.

Sebelumnya, akun resmi instagram komunitas @koalisipejalankaki menyayangkan dan mempertanyakan sikap Provinsi DKI Jakarta terkait penebangan pohon- pohon di Monas bagian utara sehingga terlihat 'gundul' untuk revitalisasi Monas dan pembangunan MRT fase II.

"Kami tidak anti pembangunan, yang kami sayangkan adalah bagaimana cara membangunnya. Pohon memiliki manfaat besar, tidak seharusnya ditebang," kata akun koalisi pejalan kaki.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov DKI diminta kaji ulang wacana penempatan PKL di trotoar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar