Adinda Thomas dililit tiga ular sanca di film "KKN: di Desa Penari"

Adinda Thomas dililit tiga ular sanca di film "KKN: di Desa Penari"

Aktris Adinda Thomas saat ditemui di sela-sela peluncuran trailer dan poster film "KKN: Di Desa Penari" di MD Place, Jakarta, Rabu (22/1/2020). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Aktris Adinda Thomas menceritakan bahwa dirinya dililit tiga ekor ular sanca seberat 20 kilogram demi sebuah adegan tokoh Widya dalam film horor pertamanya, "KKN: di Desa Penari".

Baca juga: Demi "KKN: Di Desa Penari", Tissa Biani belajar Bahasa Jawa dan menari

Menurut Adinda, adegan tersebut sangat menantang baginya karena ia adalah orang yang takut dengan ular. Ia pun sebelumnya tidak pernah berakting dengan hewan di sebuah film.

"Aku bukan orang yang berani sama ular, bahkan melihat saja sudah merinding. Widya ada 1-2 adegan yang berinteraksi sama ular. Ada yang dililit, memeluk, sampai mencium ular itu, yang menurut Adinda adalah adegan yang menakutkan dan berbahaya," kata dia saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Lokasi syuting yang dilakukan di Yogyakarta, beberapa waktu yang lalu pun menjadi tantangan lain bagi Adinda. Menurutnya, lokasi itu sangat mendukung rasa takutnya dengan ular.

"Ketika syuting itu juga lokasinya serem banget, di atas sungai, di batu yang berlumut, dan vibe-nya enggak enak banget, ditambah adegannya menyeramkan, dililit tiga ular seberat 20 kilo di badan. Rasanya tuh kayak takut banget," kata Adinda.

Perempuan kelahiran Bandung 27 tahun silam itu bersama lawan mainnya, Tissa Biani yang berperan sebagai Nur, harus berhadapan dengan tiga ekor ular sanca yang berat.

Keduanya bahkan mengikuti pelatihan khusus untuk berinteraksi dengan ular dengan rileks dan aman, agar bisa tampil di depan kamera dengan maksimal.

Seiring waktu berlalu, ia mulai sedikit lebih santai ketika harus beradu peran dengan binatang melata itu. Gadis berusia 26 tahun itu mengatakan, ketika pelatihan maupun syuting, ia mencoba untuk berpikir positif.

"Melawan rasa takutnya, sesimpel positive thinking. Kayak misalnya aku lihat ada pawang di situ, bagaimana aku berteman sama rasa takut. Dan menurut Adinda, proses syutingnya berjalan lancar," ujarnya.

Sementara itu, film "KKN: di Desa Penari" diangkat dari sebuah cerita dalam utas Twitter yang diunggah oleh Simpleman, yang sempat viral pada 2019.

Film yang disutradarai oleh Awi Suryadi dan diproduseri oleh Manoj Punjabi ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 Maret 2020.

Baca juga: Film "KKN di Desa Penari" dijadwalkan tayang Maret 2020

Baca juga: MD Pictures akan buat sembilan film cerita horor SimpleMan

Baca juga: Kemarin, film "KKN di Desa Penari" hingga internet lambat saat demo

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar