Pemerintah jual obligasi tabungan ritel seri SBR009

Pemerintah jual obligasi tabungan ritel seri SBR009

Dokumentasi - Nasabah melakukan pembelian Surat Utang Negara (SUN) ritel Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR008 dengan aplikasi BNI Mobile di Kantor BNI Pusat, Jakarta, Kamis (5/9/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/ama.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah menjual instrumen Surat Utang Negara ritel yaitu obligasi tabungan ritel (Savings Bond Ritel/SBR) seri SBR009, kepada investor individu melalui jaringan "e-SBN" sebagai upaya memperluas basis investor dalam negeri.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis, menyatakan pembukaan masa penawaran SBR009 mulai 27 Januari 2020 dan masa penutupan pada 13 Februari 2020.

Obligasi ini mempunyai tanggal jatuh tempo pada 10 Februari 2022 dengan tingkat kupon mengambang minimal sesuai dengan suku bunga acuan Bank Indonesia ditambah spread tetap 130 basis poin atau 1,3 persen.

Untuk periode tiga bulan pertama pada 19 Februari 2020 sampai 10 Mei 2020, tingkat kupon ditetapkan sebesar 6,3 persen (sesuai suku bunga acuan yang berlaku saat penetapan kupon lima persen ditambah spread tetap 1,3 persen), dan penyesuaian berikutnya akan dilakukan setiap tiga bulan.

Masyarakat dapat memesan SUN ritel ini dengan minimum pemesanan sebesar Rp1 juta dan maksimal sebesar Rp3 miliar serta dapat melakukan registrasi dengan menghubungi 24 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan melalui sistem elektronik.

Mitra tersebut antara lain 15 bank yaitu PT Bank Central Asia, PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Permata, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Tabungan Negara dan PT Maybank Indonesia.

Kemudian, PT Bank CIMB Niaga, PT Bank OCBC NICP, PT Bank Panin, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Commonwealth dan PT Bank Danamon Indonesia.

Selain itu, empat perusahaan efek yaitu PT Trimegah Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.

Selanjutnya, tiga perusahaan efek khusus yaitu PT Bareksa Portal Investasi, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit) dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee) serta dua perusahaan teknologi finansial berbasis pembiayaan yaitu PT Investree Radhika Jaya (Investree) dan PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).

Baca juga: Pemerintah pastikan dorong pembiayaan dari SBN domestik pada 2020

Baca juga: Obligasi jadi alternatif investasi di tengah ketidakpastian ekonomi


 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

SUN Ritel dapat dibeli secara Daring

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar