Pekalongan (ANTARA News) - Ratusan buruh PT Kesmatex di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengancam akan menduduki pabrik perusahaan itu jika uang pesangon tidak dibayarkan menyusul berhentinya aktivitas produksi.

Sekretaris DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Pekalongan Budi Pratomo di Pekalongan Jumat mengatakan, para buruh akan membuktikan ancamannya jika pihak PT Kesmatex Grup tidak memberikan uang pesangon sesuai aturan yang ada.

"Kami akan menduduki perusahaan jika tuntutan para buruh tidak dipenuhi sehingga diharapkan pihak perusahaan bisa memenuhi kewajibannya terhadap para buruhnya," katanya.

Menurut Budi, penutupan PT Kesmatex ini diduga sebagai upaya perusahaan yang ingin memberlakukan sistem tenaga kerja outsourcing atau sistem kontrak. "Dengan sistem ini, perusahaan bisa tidak membayar uang pesangon," katanya.

Arsad, salah seorang pekerja Kesmatex mengatakan, sebenarnya kondisi perusahaan cukup baik dengan dibuktikan masih banyaknya order (pesanan) yang harus segera diselesaikan.

"Kami menduga, penutupan PT Kesmatek ini sebagai upaya untuk tidak membayar uang pesangon para buruh. Namun kami akan tetap menuntut uang pesangon sesuai aturan yang ada," katanya.

Ia mengatakan, saat ini para buruh merasa bingung untuk mengatasi masalah tersebut karena pihak perusahaan tidak memberikan informasi jelas mengenai penutupan Kesmatex.

"Kami merasa bingung karena secara mendadak perusahaan akan ditutup padahal belum lama ini perusahaan menolak order. Karena itu kami berharap kepada Pemerintah Kota Pekalongan untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi para buruh," katanya
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2008