Warga DKI diobservasi Corona akan pulang, Anies: Kami akan sambut

Warga DKI diobservasi Corona akan pulang, Anies: Kami akan sambut

Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Soekarno Hatta memeriksa suhu tubuh seorang penumpang dari Singapura setibanya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (10/2/2020). Setelah Pemerintah resmi menaikan status Travel Warning atau kewaspadaan perjalanan ke zona kuning, petugas KKP Klas 1 Soetta melakukan pengetatan pemeriksaan suhu tubuh dan kesehatan terhadap penumpang pesawat yang berasal dari Singapura. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto awalnya menyebut teknis pemulangan 238 WNI ke daerah masing-masing masih dikoordinasikan
Jakarta (ANTARA) - Menyusul kepulangan 12 warga DKI Jakarta yang menjalani observasi virus Novel Corona (2019-NCoV) di Lanud Raden Sadjad, Natuna  pada Sabtu (15/2), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya akan menyambut mereka.

"Kami akan sambut siapapun baik warga negara Indonesia maupun bukan," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Pasalnya, kata mantan Menteri Pendidikan tersebut, semua WNI yang diobservasi di Natuna, sejumlah 238 orang, selama ini sudah dalam proses pemantauan, dengan pendataan yang baik dan pemantauan yang ketat.

"Yang memiliki kekhawatiran laporkan pada kota, dan kota akan memonitoring. Selain itu, kota juga akan membantu mengomunikasikan bahwa yang pulang itu betul-betul aman," ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan pihaknya tidak akan langsung melepaskan pengawasan pada 12 warga Jakarta yang telah diobservasi.

"Nanti untuk pendampingan, kami monitor kalo ada 12 orang, kami tugaskan petugas untuk satu-satu orang agar memonitoring," kata Saefullah.

Dikabarkan dari 238 WNI yang diobservasi di Lanud Raden Sadjad, Natuna, ada 12 warga Jakarta di dalamnya. Semuanya akan selesai menjalani observasi pada Sabtu (15/2) besok.

Baca juga: Kemungkinan ada warga Jakarta yang diobservasi corona di Natuna

Baca juga: Thermalscan diprediksi deteksi 20 persen corona, DKI perkuat Puskesmas

Baca juga: Jakarta Utara sosialisasi cegah virus Corona


Para WNI itu dievakuasi dari Wuhan, China, yang menjadi pusat virus Corona pada Minggu (2/2) lalu. Mereka harus menjalani observasi selama 14 hari sesuai dengan aturan dari protokol World Health Organization (WHO).

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto awalnya menyebut teknis pemulangan 238 WNI ke daerah masing-masing masih dikoordinasikan.

"Jadi Sabtu ini kalau tanggal 15 itu berarti selesai ya. Tapi kita masih rapat koordinasi kan untuk bagaimana teknik pemulangannya dan sebagainya itu kan perlu dikoordinasi pakai pesawat apa, ke mana mereka punya alamat sendiri-sendiri," kata Terawan di Grand Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).

Adapun data lengkap provinsi asal 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan:
1. Aceh 12 orang
2. Bali 2 orang
3. Banten 6 orang
4. Bengkulu 2 orang
5. DI Yogyakarta 2 orang
6. DKI Jakarta 12 orang
7. Gorontalo 1 orang
8. Jakarta 1 orang
9. Jambi 5 orang
10. Jawa Barat 13 orang
11. Jawa Tengah 9 orang
12. Jawa Timur 68 orang
13. Kalimantan Barat 4 orang
14. Kalimantan Selatan 7 orang
15. Kalimantan Tengah 4 orang
16. Kalimantan Timur 14 orang
17. Kalimantan Utara 21 orang
18. Kepulauan Riau 2 orang
19. Lampung 1 orang
20. NTB 3 orang
21. Papua 6 orang
22. Papua Barat 8 orang
23. Riau 6 orang
24. Sulawesi Barat 2 orang
25. Sulawesi Selatan 17 orang
26. Sulawesi Tengah 2 orang
27. Sulawesi Tenggara 4 orang
28. Sumatera Barat 1 orang
29. Sumatera Selatan 1 orang
30. Sumatera Utara 2 orang

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Upaya Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar