Wapres minta pengembang properti perhatikan aspek sosial-lingkungan

Wapres minta pengembang properti perhatikan aspek sosial-lingkungan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil (dua kiri) menghadiri pembukaan Indonesia Properti Expo (IPEX) Tahun 2020 di JCC Senayan Jakarta, Sabtu (15/2/2020). (ANTARA/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Konsep pengembangan perumahan milenial dengan mengedepankan budaya kebersamaan, saling mengawasi dan religiusitas perlu dipertahankan; sehingga potensi pengembangan paham-paham yang menyimpang, radikalisme, dapat dicegah untuk muncul
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap para pengembang properti turut memperhatikan aspek sosial dalam membangun hunian baru bagi masyarakat, dengan mengedepankan budaya kebersamaan untuk menghindari penyebaran paham-paham radikal.

"Konsep pengembangan perumahan milenial dengan mengedepankan budaya kebersamaan, saling mengawasi dan religiusitas perlu dipertahankan; sehingga potensi pengembangan paham-paham yang menyimpang, radikalisme, dapat dicegah untuk muncul," kata Wapres Ma'ruf saat membuka Indonesia Properti Expo (IPEX) Tahun 2020 di JCC Senayan Jakarta, Sabtu.

Wapres juga meminta para pengembang tidak hanya mengutamakan konsep modernitas dalam membangun hunian baru bagi para milenial, melainkan memperhatikan kondisi lingkungan dalam proses pembangunannya.

Baca juga: Wapres: Khatib harus bersertifikat dan berkomitmen kebangsaan

Selain memperhatikan analisis dampak lingkungan (amdal), Wapres meminta para pengembang juga menciptakan hunian dengan sanitasi dan air bersih, khususnya bagi perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Saya minta kepada para pengembang perumahan, baik untuk MBR maupun non-MBR, harus memperhatikan ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik dalam pembangunan rumah," ujarnya menegaskan.

Instalasi air bersih dan sanitasi itu, lanjut Wapres, turut mempengaruhi kualitas pertumbuhan balita dan anak-anak yang tinggal di perumahan tersebut; khususnya dalam upaya menurunkan angka kekerdilan pada anak atau stunting.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin imbau khatib sampaikan khotbah yang toleran

Dengan ambisi Pemerintah untuk menurunkan angka stunting nasional dari 27,67 persen di 2019 menjadi 14 persen di 2024, Wapres Ma'ruf berharap para pengembang dapat turut berpartisipasi dalam mewujudkan target tersebut.

"Ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik berpengaruh pada risiko stunting yang harus kita tekan bersama angkanya untuk kebaikan generasi yang akan datang. Oleh karena itu, kita semua harus membantu termasuk juga program penyediaan rumah yang mengarah untuk memperkecil stunting," ujarnya.

Baca juga: Wapres minta BNPT libatkan khatib dalam penanganan radikal terorisme

Baca juga: Indonesia akan prakarsai pertemuan tokoh lintas agama internasional


Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Wapres yakini RI siap jadi produsen halal di dunia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar