KPU Purbalingga intensifkan pendidikan pemilih jelang pilkada

KPU Purbalingga intensifkan pendidikan pemilih jelang pilkada

Komisioner KPU Purbalingga Andri Supriyanto (ANTARA/HO - Dok. Pribadi)

Purbalingga (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus mengintensifkan program pendidikan pemilih menjelang pelaksanaan pilkada serentak 2020.

"Kami mengintensifkan pendidikan pemilih dengan berbagai sasaran," kata komisioner KPU Purbalingga Andri Supriyanto di Purbalingga, Sabtu.

Dia menjelaskan program pendidikan pemilih antara lain menyasar segmen pemilih pemula, segmen keagamaan, segmen daerah terpencil dan lain sebagainya.

Komisioner bidang Divisi Parmas, SDM dan Kampanye tersebut menjelaskan pihaknya berharap dengan program pendidikan pemilih yang intensif maka akan mendorong masyarakat menjadi pemilih yang berkualitas.

Dia mengajak seluruh masyarakat Banyumas untuk berperan aktif menyukseskan pelaksanaan pilkada.

"Mari bersama-sama menyukseskan pilkada, sukses pilkada adalah sukses kita semua. Pemilih berdaulat negara kuat," katanya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya dan datang ke TPS pada hari pemilihan.

"Harapan KPU untuk seluruh masyarakat di Kabupaten Purbalingga yakni mari sukseskan Pilkada Purbalingga yang akan berlangsung pada tanggal 23 September 2020 mendatang. Dengan datang ke TPS menyalurkan aspirasi berarti ikut membangun Purbalingga dengan memilih calon pemimpin," katanya.

Sementara itu dia juga menambahkan masyarakat harus memahami calon pemimpin yang akan dipilih.

"Tentu sebagai pemilih harus memahami calon pemimpin, yang kredibel dan berintegritas sehingga bisa mengemban amanah sebagai pemimpin Purbalingga," katanya.

Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ahmad Sabiq mengingatkan pentingnya menjadi pemilih cerdas saat pilkada serentak 2020 dengan mempertimbangkan calon yang akan dipilih secara objektif.

"Jadilah pemilih yang cerdas, rasional dan berkualitas. Memilih dengan menggunakan akal sehat dan hati nurani," katanya.

Dia mengatakan bahwa dengan menjadi pemilih cerdas berarti masyarakat sadar betul arti penting dirinya sebagai pemilih.

"Hal itu dapat dilakukan dengan cara mencermati rekam jejak calon-calon dalam pilkada," katanya.

Selain itu, kata dia, masyarakat perlu mempertimbangkan aspek integritas dan kapabilitas calon-calon dalam pilkada.

Baca juga: PDIP bakal umumkan rekomendasi kandidat pilkada 2020 secara bertahap

Baca juga: AHY beri "lampu hijau" usung kader Demokrat di Pilkada Riau

Baca juga: Wakapolri : Mari wujudkan pilkada aman, damai dan sejuk


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Empat daerah penyelenggara pilkada di Sultra tunda pelantikan PPS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar