Surabaya (ANTARA News) - Perilaku belanja masyarakat Surabaya ke pusat perbelanjaan (mal) belum terpengaruh krisis keuangan global pada tahun 2008, hal ini terlihat dari pencapaian transaksi progam belanja berhadiah yang diluncurkan Pakuwon Group yang mencapai Rp115 miliar atau melebihi target Rp95 miliar. "Pencapaian transaksi itu diraih dalam periode I program belanja berhadiah `Shop While You Drive` di empat mal kami, yang berlangsung pada 9 September-31 Desember 2008," kata Direktur Pemasaran Supermal Pakuwon Indah, di Surabaya, Minggu. Menurut dia, selama periode pertama program tersebut, pencapaian kupon yang terkumpul di empat mal milik Pakuwon Group sebanyak 2,5 juta kupon. "Dari jumlah kupon tersebut, porsi Tunjungan Plaza sebesar 40 persen, Supermal Pakuwon dan Pakuwon Trade center (PTC) menyumbang 30 persen, Royal Plaza sebanyak 30 persen. Kontribusi itu karena banyaknya hadiah menarik yang ditawarkan ke konsumen seperti tiket pesawat, sepeda motor hingga mobil," katanya. President Director PT Pakuwon Jati Tbk, Richard Adisastra menyebutkan, dominasi belanja konsumen dalam program itu adalah produk fashion. "Pengeluaran konsumen di Supermal Pakuwon, PTC, dan Tunjungan Plaza masing-masing sekitar Rp250.000,00-Rp500.000,00 per jinjingan belanja, sedangkan di Royal Plaza sekitar Rp250.000,00/jinjingan belanja," katanya. Kesuksesan dalam program belanja ini, tambah dia, membuat pihaknya bersemangat merealisasi program belanja itu ke tahap kedua. "Periode kedua akan berlangsung, antara 1 Januari-30 April 2009. Program ini sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan kami, di program Surabaya `Shopping Festival` (SSF) pada pertengahan tahun ini," katanya menyebutkan. Keoptimisan ini, kata dia, karena ditunjang hadirnya mal baru tahun ini misalnya Grand City Surabaya. Pihaknya menilai, kehadiran mal ini bukanlah ancaman. Namun, semakin meningkatkan usaha Pakuwon Group untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Surabaya. "Keyakinan ini karena segmentasi pasar mal itu berbeda dengan Pakuwon Group. Mereka menghadirkan barang dengan `branding` nomer satu untuk kalangan `high end`, sedangkan empat mal kami menyediakan beragam barang dengan `branding` nomer dua," katanya menjelaskan.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009