Fed sebut kebijakan moneter AS tetap sesuai, meski ada ancaman Corona

Fed sebut kebijakan moneter AS tetap sesuai, meski ada ancaman Corona

Dokumen Foto: Wakil Ketua Federal Reserve Richard Clarida, menaiki bus untuk melakukan tur ke Dallas Selatan sebagai bagian dari penjangkauan komunitas oleh bankir sentral AS, di Dallas, Texas, AS, 25 Februari 2019. REUTERS/Ann Saphir

Terlepas dari virus, saya katakan saya tidak keberatan melihat teman-teman saya di The Fed menjadi sedikit lebih berani dalam tingkat target dan neraca mereka
Washington (ANTARA) - Sementara wabah COVID-19 menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi AS, sikap kebijakan moneter saat ini kemungkinan akan tetap sesuai, kata Wakil Ketua Federal Reserve (Fed) AS Richard Clarida pada Selasa (25/2/2020).

"Risiko terhadap prospek (ekonomi AS) tetap ada. Secara khusus, kami memantau dengan cermat munculnya Virus Corona," kata Clarida pada konferensi kebijakan ekonomi tahunan yang diadakan oleh Asosiasi Nasional untuk Ekonomi Bisnis (NABE) di Washington.

"Tetapi masih terlalu dini untuk berspekulasi tentang ukuran atau persistensi dari efek ini, atau apakah mereka akan mengarah pada perubahan material dalam prospek," katanya.

Baca juga: Wall Street anjlok 4 hari beruntun, ketakutan Virus Corona meningkat

Clarida percaya bahwa kebijakan moneter AS adalah "di tempat yang baik" dan harus terus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi yang kembali ke target bank sentral sebesar 2,00 persen.

Komite pembuat kebijakan The Fed akan "melanjutkan pertemuan demi pertemuan" dan akan memantau efek dari tindakan kebijakan baru-baru ini bersama dengan informasi lain yang terkait dengan prospek ketika bank sentral menilai jalur suku bunga yang tepat, kata dia.

Baca juga: Dolar AS jatuh, tertekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed

"Tentu saja, jika perkembangan muncul bahwa di masa depan, memicu penilaian ulang material atas pandangan kami, kami akan merespons sesuai dengan itu," kata Wakil Ketua The Fed.

Pernyataan Clarida datang setelah Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pada Selasa (25/2/2020) sebelumnya bahwa ia tidak mengharapkan The Fed untuk menurunkan suku bunga dalam sebuah langkah "panik" untuk melindungi pasar dari dampak Virus Corona terhadap ekonomi global.

Baca juga: Harga emas jatuh 26,6 dolar dari tingkat tertinggi 7 tahun

"Saya tidak mengharapkan The Fed - saya tidak mendengar The Fed akan melakukan kepanikan," kata Kudlow kepada CNBC. "Terlepas dari virus, saya katakan saya tidak keberatan melihat teman-teman saya di The Fed menjadi sedikit lebih berani dalam tingkat target dan neraca mereka."

The Fed menurunkan suku bunga tiga kali pada 2019, memotong kisaran target suku bunga dana federal sebesar 75 basis poin menjadi 1,5 persen-1,75 persen. Setelah mengakhiri pertemuan kebijakan moneter pertama pada 2020 di akhir Januari, The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah dan mempertahankan sikap wait and see.

Baca juga: Harga minyak tergelincir di tengah kekhawatiran penurunan permintaan

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dolar AS nyaris 15 ribu rupiah, level terendah sejak Krismon 1998

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar