Kementan catat 2019 ekspor pertanian Papua Barat Rp936,6 milyar

Kementan catat 2019 ekspor pertanian Papua Barat Rp936,6 milyar

Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kiri) didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil (kanan) menyaksikan penyerahan sertifikat ekspor oleh Gubernur Papua Barat (dua dari kanan) kepada eksportir di Sorong, Papua Barat, Rabu (26/2/2020) (Dokumentasi Kementerian Pertanian)

Jakarta (ANTARA) - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian mencatat selama 2019 nilai ekspor komoditas pertanian asal Provinsi Papua Barat sekitar Rp936,6 milyar dengan volume 32.552,2 ton.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis mengatakan, sejumlah komoditas pertanian masing-masing adalah biji kernel sawit (PKE), minyak sawit mentah (CPO), pala, bunga pala, sagu, buah merah dan sarang semut dengan tujuan pengiriman Jakarta dan Surabaya.

Tujuan negara ekspor di tahun 2019, tambahnya, dengan jumlah pengiriman dalam skala kecil atau sample adalah Jepang, Korea Selatan dan Malaysia.

"Di awal tahun ini bertambah 1 negara tujuan ekspor lagi yakni Cekoslovakia untuk buah merah," ujarnya saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo di Papua Barat pada 26-27 Februari 2020.

Khusus permintaan buah merah domestik sepanjang 2019 Karantina Pertanian Sorong mencatat, sebanyak 14.899 liter buah dikirim ke Surabaya dan Jakarta dengan nilai Rp7,4 miliar.

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat lakukan monitoring proses sertifikasi karantina pertanian di Pelabuhan Sorong menyampaikan optimismenya peningkatan kinerja ekspor produk pertanian asal Provinsi Papua Barat.

Menurut menteri, walaupun saat ini, eksportasi belum dapat dilakukan secara langsung, namun hasil pertanian asal Sorong dan Manokwari ini telah dikirimkan melalui pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Tanjung Perak, Surabaya.

"Masih banyak potensi Papua Barat yang bisa dioptimalkan. Oleh karena itu, peran teknologi modern dan investasi diharapkan bisa mengakselerasi peningkatan ekspor komoditas pertanian baik dari Manokwari atau Sorong," katanya.

Mentan SYL menegaskan agar eksportir tidak lagi mengekspor bahan mentah, melainkan sudah diolah menjadi produk setengah jadi bahkan barang siap pakai atau konsumsi agar margin keuntungan yang didapatkan petani lebih optimal.

Pada kesempatan itu Mentan SYL bersama dengan Gubernur Provinsi Papua Barat melepas pengiriman buah merah dan palm kernel dengan total 162 ton dengan nilai Rp496 juta masing-masing ke Cekoslovakia dan Surabaya.

 

Pewarta: Subagyo
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

HKTI ingin kolaborasi teknologi pertanian se-Asia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar