Jombang (ANTARA News) - Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berniat mengundang Ponari, dukun cilik asal Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, untuk memberikan testimoni kemampuannya dalam mengobati pasien.

"Alangkah baiknya kalau Ponari kami undang ke rumah sakit untuk memberikan testimoni," kata Ketua IDI Cabang Jombang, dr. Pudji Umbaran, Jumat.

Selain testimoni, Ponari akan diminta untuk mengobati sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang.

"Kalau keluarganya bersedia, nanti kami minta Ponari untuk melakukan pengobatan pada pasien. Tentu pasien yang kondisinya tidak parah dan tidak sedang membutuhkan obat-obatan, sehingga kami bisa mengujinya apakah metode Ponari itu bisa dipertanggungjawabkan secara medis atau tidak," katanya.

Dia menilai, metode pengobatan yang dilakukan oleh bocah berusia 13 tahun itu hanya memberikan efek sugesti atau dalam istilah medisnya disebut "placebo".

"Efek sugesti ini hanya memberikan rasa nyaman pada penderita yang bersifat sementara, tapi tidak menghilangkan penyakit seorang penderita," kata Kasubid Pelayanan Medik RSUD Jombang itu.

Menurut dia, pekan pertama Ponari muncul sebagai sosok fenomenal, jumlah pasien yang berkunjung ke dokter di Jombang mengalami penurunan antara 20 hingga 30 persen.

"Tapi tiga pekan sesudahnya pasien yang melakukan rawat jalan pada dokter sudah normal. Bahkan tidak jarang, pasien dokter yang ternyata sudah pernah melakukan pengobatan pada Ponari, tapi penyakitnya belum sembuh," kata Pudji.

Kembali Sekolah

Sementara itu setelah mendapatkan ancaman tidak naik kelas dari pihak sekolah, mulai Jumat pagi Ponari sudah kembali masuk kelas.

Namun kembalinya Ponari ke bangku Kelas III SD Negeri Balongsari 1 itu lain dari biasanya. Sejumlah saudara dan tetangga turut mengantarkannya hingga ke dalam ruang kelas sehingga pengawalan terhadap Ponari terkesan berlebihan.

Hampir sebulan Ponari membolos karena setiap hari disibukkan dengan memberikan layanan pengobatan terhadap ribuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah di pelosok Tanah Air ke rumahnya yang berdinding anyaman bambu di Dusun Kedungsari itu.

Sebelumnya Suparlik, Wali Kelas III SD Negeri Balongsari 1 mengingatkan Ponari untuk kembali bersekolah karena bulan depan akan ada ujian.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009