Beijing (ANTARA News/AFP) - Penyelenggara Asian Games 2010 menyatakan krisis keuangan global telah membuat mereka dihadapkan pada persoalan dibalik pembangunan stadion dan dalam pencarian sponsor.

"Tak ada seorang pun yang bisa menghindari dampak krisis keuangan yang juga berdampak pada persiapan Asian Games nanti," kata Zhang Guangning, walikota Guangzhou yang akan menjadi tuan rumah Asia Games mendatang.

Kepada para wartawan di Beijing, Jumat, Zhang menyatakan bahwa komite pelaksana acara tengah menghadapi beberapa kesulitan dalam menyelesaikan pembangunnan stadion dan mendapatkan sponsor. Dia menyatakan tidak ada jaminan bahwa angka itu tak akan meleset.

"Kebanyakan dari investasi untuk Asian Games berasal dari pengembangan pasar. Namun bagaimana jika kita tidak bisa mengumpulkan dana karena sponsor-sponsor potensial kita mengalami kesulitan bisnis akibat krisis? Inilah yang menjadi kekhawatiran utama kami," kata Fang.

Dia mengungkapkan, mengutip Harian Rakyat, empat perusahaan berbasis ekspor di China selatan telah mengurungkan rencananya mensponsori Asian Games.

"Pembicaraan dengan keempat perusahaan yang telah berlangsung selama setahun, tiba-tiba saja gagal gara-gara bisnis mereka di pasar luar negeri turun besar. Kami berpikir untuk menurunkan jumlah sponsor untuk acara pembukaan," tambah Fang.

Asian Games adalah "event" olahraga terebsar diluar Olimpiade dan Guanghzhou berharap menggunakan perhelatan ini sebagai ajang untuk memperlihatkan perannya sebagai salah satu pendorong utama reformasi ekonomi mengesankan China dalam tiga dekade terakhir.

Guangzhou dan wilayah yang dikelilingi delta Sungai Mutiara menjadi salah satu pusat ekspor utama China, namun beberapa waktu terakhir banyak pabrik di situ ditutup karena daya tampung ekspor mengering.

Asian Games direncanakan akan diikuti oleh 14.000 atlet dan ofisial dari 45 negara, dan berlangsung pada 12-27 November 2010. Sebanyak 42 cabang olahraga dipertandingan di arena akbar ini, bertambah dari 39 cabang saat Asian Games sebelumnya di Qatar.

Pemerintah kotapraja Guangzhou telah menyalurkan banyak uang untuk memperbaiki bandara, stasiun kereta api dan tempat publik lainnya. Langkah yang juga ditempuh beberapa tahun sebelumnya oleh Beijing saat menyelenggarakan Olimpiade. (*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009