Sidoarjo (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan, partainya hingga saat ini masih belum menentukan calon presiden (capres) pada pemilihan presiden mendatang.

"Saat ini, kami masih terfokus untuk pemenangan Pemilu, sedangkan untuk masalah calon presiden akan dibahas setelah Pemilu nanti," katanya di Sidoarjo, Jatim, Sabtu.

Ia mengatakan, ada banyak masukan nama-nama calon presiden dari anggota, tapi nama-nama tersebut itu akan ditentukan setelah Pemilu mendatang.

Meski tidak merinci masukan nama-nama calon presiden dari para anggotanya, Muhaimin menyebut salah satu masukan dari kaum muda PKB yang tergabung dalam "Poros Bumi" dengan mengusung nama Sri Sultan - Muhaimin sebagai capres dari PKB pada tahun 2010.

"Poros bumi itu hanya salah satu arus saja yang memberikan masukan, sedangkan di tubuh PKB `kan masih ada arus lain yang berhak memberikan masukan. Jadi untuk sementara ini, masukan itu akan kami tampung terlebih dahulu," katanya.

Ia menegaskan pihaknya tidak ingin terbebani dengan calon presiden yang diusung PKB, karena pihaknya saat ini masih ingin berkonsentrasi pada Pemilu.

Dalam kesempatan itu, Muhaimin juga mengatakan pihaknya saat ini sedang menyiapkan upaya hukum terhadap pihak-pihak yang mendiskreditkan partainya.

"Siapa saja yang mendiskreditkan PKB, kita akan upayakan ke hukum. Itu termasuk salah satu tindak pidana Pemilu karena termasuk menjelek-jelekkan partai lain," katanya.

Ia mengaku pihaknya juga telah menggelar pertemuan tertutup dengan para kyai Nahdlatul Ulama Sidoarjo. Dalam pertemuan itu juga dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jatim H Imam Nahrawi dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PKB Sidoarjo, Saiful Ilah serta para calon legislatif dari PKB.

Pertemuan itu dilakukan untuk membahas dukungan para kyai NU Sidoarjo kepada caleg PKB. "Itu bentuk dukungan kyai-kyai NU kepada PKB," katanya.

Disinggung tentang gencarnya seruan untuk tidak memilih calon legislatif PKB oleh Gerakan Kebangkitan Rakyat (Gatara) yang dipelopori Yenny Wahid, dirinya tidak banyak berkomentar.

"Masyarakat saat ini sudah tahu mana yang benar dan mana yang harus dipilih. Masyarakat juga sudah tahu bagaimana cara menyikapi adanya fenomena itu," katanya, diplomatis.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009