Pemerintah siapkan stimulus fiskal jilid II mitigasi dampak COVID-19

Pemerintah siapkan stimulus fiskal jilid II mitigasi dampak COVID-19

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (11/3/2020). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah/aa.

Bu Menteri Keuangan dalam waktu dekat akan mengumumkan stimulus fiskal jilid II
Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pemerintah sudah menyiapkan stimulus fiskal jilid II yang terdiri atas delapan aspek prosedural dan insentif fiskal untuk memitigasi dampak wabah Virus Corona baru atau COVID-19 ke perekonomian Indonesia.

“Inilah stimulus fiskal jilid II yang InsyaAllah Bu Menteri Keuangan akan mengumumkan detilnya,” kata Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu.

Stimulus fiskal jilid II tersebut terdiri atas empat aspek prosedural yaitu penyederhanaan aturan atau tata niaga ekspor, pengurangan pembatasan atau tata niaga impor khususnya bahan baku, percepatan proses impor untuk 500 importir, dan efisiensi proses logistik.

Kemudian, empat aspek intensif fiskal yakni penghapusan PPh (Pajak Penghasilan) Badan UMKM, relaksasi bea masuk, penurunan tarif PPn, dan subsidi pajak.

Baca juga: BI tekankan bauran kebijakan nasional untuk jaga stabilitas ekonomi RI

Perry mengatakan dalam waktu dekat Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengumumkan detil dari masing-masing aspek stimulus fiskal jilid II tersebut.

“Bu Menteri Keuangan dalam waktu dekat akan mengumumkan stimulus fiskal jilid II,” ujarnya.

Menurut Perry, stimulus tersebut dikeluarkan oleh pemerintah untuk menunjang konsumsi dan aktivitas produksi dalam negeri yang tertekan akibat berbagai gejolak termasuk wabah Virus Corona.

“Supaya para pegawai karyawan yang selama ini membayar PPh 21 sekarang gajinya cukup. Pembebasan PPh 21 dan segala macam itu untuk konsumsi dan juga untuk pengusaha PPh Badan UMKM yang lainnya,” katanya.

Baca juga: Sri Mulyani kerahkan stimulus fiskal untuk topang ekonomi RI

 

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dukungan fiskal pemerintah capai 2,5% dari PDB

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar