Kadin Jatim dan Belanda lanjutkan pendampingan peternak di Pasuruan

Kadin Jatim dan Belanda lanjutkan pendampingan peternak di Pasuruan

Kunjungan rombongan PUM Netherland ke KPSP di Pasuruan, Jumat (13/3) (ANTARA Jatim/ A Malik Ibrahim)

hasilnya kinerja koperasi menjadi semakin baik bahkan menjadi koperasi terbaik di Pasuruan
Pasuruan, Jatim (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan PUM Netherland (organisasi perdagangan Belanda) siap melanjutkan pendampingan peternak di Pasuruan, yang tergabung dalam Koperasi Peternak Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar di Kecamatan Tutur.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto saat mendampingi kunjungan rombongan PUM Netherland ke KPSP di Pasuruan, Jumat, mengatakan kepastian kelanjutan program pendampingan dilakukan karena pihak Belanda merasa puas dengan hasil pendampingan sebelumnya, yakni adanya peningkatan produksi susu di wilayah setempat.

Baca juga: Pengusaha Belanda siap tanamkan investasi di Surabaya

"Pendampingan telah dilakukan sejak 2017 dan akan berakhir tahun ini, serta hasilnya kinerja koperasi menjadi semakin baik bahkan menjadi koperasi terbaik di Pasuruan, hal inilah yang membuat Belanda ingin melanjutkan program pendampingan tersebut," kata Adik kepada wartawan.

President Confederation of Netherlands Induatry and Employer VNO NCW, Hans de Boer mengatakan, kelanjutan program pendampingan diakui sebagai dorongan untuk meningkatkan sektor agrobisnis di wilayah Pasuruan.

"Kami sepenuhnya bangga dan puas dengan keberhasilan KPSP. Koperasi ini sangat bagus. Dan kami akan terus mendukung beberapa program yang telah diajukan, dan akan kami pelajari lebih dahulu," katanya.

Baca juga: RI-Belanda kerja sama fasilitasi UKM dekorasi rumah ekspor ke Eropa

Ketua KPSP Setia Kawan Muhammad Kusnan mengakui sejak dilakukan pendampingan PUM Netherland, produksi susu di KPSP mengalami peningkatan produksi tujuh persen hingga 10 persen per tahun, yakni dari sekitar 100 ton per hari menjadi 115 ton per hari.

"Ke depan untuk program pendampingan lanjutan, kami ingin mendorong peningkatan SDM kepada peternak milenial. Sebab, kami ingin melibatkan anak muda dalam mengembangkan peternakan sapi perah, agar mereka tidak berbondong-bondong ke kota," katanya.

Baca juga: RI-Belanda genjot kerja sama perdagangan, investasi dan pariwisata

Sementara terkait degan pengembangan susu organik, Kusnan mengaku sejak dua tahun terakhir dilakukan bimbingan dari PUM Netherland, potensinya sangat besar.

"Untuk program pengembangan susu organik di KPSP, kami melibatkan sekitar 300 peternak dari total 6.700 peternak yang ada di tiga kelompok peternak di KPSP, dan ini masih terus berlanjut hingga hari ini," katanya.

Baca juga: 130 investor Belanda bidik peluang investasi di Indonesia

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kadin sarankan pemerintah talangi THR pekerja

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar