Jakarta (ANTARA News) - Partai-partai Islam diprediksi akan kehilangan banyak suara pemilih pada Pemilu 2009 karena dinilai gagal dalam mengangkat isu-isu ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi permasalahan mendasar bangsa Indonesia.

"Permasalahannya, partai-partai Islam hanya membicarakan masalah-masalah agama dan moral," kata Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi dalam acara peluncuran hasil survei dan diskusi dengan tema "Mengapa Partai Islam Kalah? Mengukur Elektabilitas Partai-Partai Islam dalam Pemilu 2009" di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, hasil survei LSI pada Februari 2009 menunjukkan jumlah pemilih partai Islam mencapai 24 persen atau jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah pemilih partai nasionalis yang mencapai 67 persen. Data tersebut diperoleh dari survei di 33 provinsi di Indonesia.

Sebulan sebelum Pemilu 2009, katanya, partai Islam secara umum mengalami kenaikan dibandingkan survei bulan Desember 2008, namun hasilnya masih di bawah jumlah pemilih partai Islam pada Pemilu 2004.

"Jumlah ini secara umum tidak atau belum mengancam partai nasionalis, terutama PDIP, Golkar dan Demokrat yang cenderung memimpin dalam sikap pemilih selama empat tahun terakhir," ujarnya.

Senada dengan itu, Indonesianis dari Australian National University (ANU) Dr Greg Fealy mengatakan, kemungkinan kekalahan partai Islam dalam merebut suara masyarakat karena sebagian besar mereka tidak menjawab tantangan masa depan.

Muchtadi menambahkan, pemilih muslim kini lebih rasional dalam menentukan pilihan di Pemilu 2009 dan dinilai cenderung memilih kompetensi bukan identitas untuk menjadi dasar memilih partai.

Ia menambahkan, pemilih muslim kini menilai kompetensi dapat dinilai dari sebuah partai lewat program-programnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam hal ini, lanjutnya, partai nasionalis utama yakni PDIP, Golkar dan Demokrat dinilai oleh pemilih muslim lebih aktif dalam merespon isu-isu kesejahateraan.

Sekretaris Jenderal DPP PPP Jakarta, Irgan Chairul Mahfiz yang hadir sebagai pembicara berpendapat, masalah internal partai juga menjadi pertimbangan masyarakat dalam melihat kelayakan sebuah partai sehingga mempengaruhi jumlah pemiih nantinya.

Menanggapi manuver politik yang akan dilakukan PPP Irgan mengatakan akan menyegarkan kembali program-program yang dimiliki dan lebih berkonsentrasi pada konstituen yang ada ketimbang sibuk mencari pemilih baru dengan merubah citra. "Kami tetap sebagai partai Islam yang akan berjalan dengan semangat Islam," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009