Kemendikbud berharap swasta bisa edarkan film bersejarah

Kemendikbud berharap swasta bisa edarkan film bersejarah

Direktur Genflix Greeny Dewayanti (tengah) bersama dengan Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kominfo RI Nyoman Adhiarna (kedua dari kanan), Kapokja Apresiasi dan Literasi Film Ditjen Film, Musik, dan Media Baru, Direktorat Kebudayaan Kemendikbud RI Edy Suwardi (kedua dari kiri), Aktor Verdi Solaiman (kanan), dan Produser Tobali Picture Ferry Fernandez (kiri) meresmikan Genflix Film Festival 2020 dengan tema Indonesia Banget, Jakarta, Kamis 12 Maret 2020. ANTARA/HO-Dok pri

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berharap swasta bisa mengedarkan film bersejarah yang hak ciptanya dimiliki kementerian tersebut.

"Ada empat film bersejarah yang hak tayangnya dimiliki Kemendikbud yakni Darah dan Doa, Bintang Kecil, Kereta Terakhir, dan Pagar Kawat Berduri. Kami berharap bisa menggandeng swasta contohnya Genflik bisa mengedarkan film tersebut," ujar Kapokja Apresiasi dan Literasi Film Ditjen Film, Musik, dan Media Baru, Direktorat Kebudayaan Kemendikbud, Edy Suwardi, dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Kemendikbud mendorong insan film baik komunitas, bioskop dapat terus mencintai film Indonesia dan terus berkarya menghasilkan film yang menarik, banyak penonton dan memiliki makna yang baik.

Baca juga: Perum PFN dan Komisi Informasi berencana buat film sejarah
Baca juga: Ayu Laksmi: Generasi muda perlu ditularkan sejarah


Pihaknya mendukung adanya Genflix Film Festival 2020 yang mengusung tema Indonesia Banget, yang diselenggarakan di Jakarta, mulai 12 Maret 2020.

Festival Film Genflix itu merupakan bentuk wujud nyata perusahaan dalam memberikan wadah bagi para pemuda Indonesia untuk menampilkan karya film pendeknya agar dikenal seluruh Indonesia.

Festival tersebut dibuka proses pendaftarannya secara online pada laman genflixfilmfestival.com , sedangkan pengumuman pemenang rencananya akan dilakukan September 2020.

Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kominfo, Nyoman Adhiarna, berharap festival itu bisa menjadi wadah para sineas muda dalam menampilkan karya filmnya melalui aplikasi Genflix.

Direktur Genflix, Greeny Dewayanti, mengatakan festival itu wadah para sineas muda untuk mengangkat karya yang bercirikan kehidupan khas Indonesia, serta menjadi film pendek yang punya nilai seni dan karakter Indonesia.

Baca juga: Christine Hakim belajar Indonesia lebih dalam lewat film sejarah
Baca juga: Adisurya Abdy garap film sejarah secara kekinian
Baca juga: Panglima TNI: instruksi nobar film G30S/PKI untuk sebarkan fakta sejarah


 

Pewarta: Indriani
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar