Jakarta (ANTARA News) - Sidang Eksekutif Trade and Development Board (TDB) United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) ke-46 menetapkan Duta Besar Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, sebagai Presiden TDB UNCTAD untuk periode April - September 2009.

Penunjukkan Dubes/Watapri Dian Triansyah Djani secara aklamasi oleh seluruh negara anggota UNCTAD untuk menggantikan Dubes Debapriya Bhattacharya (Bangladesh), ujar Counsellor PTJR Jenewa Dian Sinurat kepada ANTARA News di Jakarta, MInggu.

Penunjukkan Dubes Dian Triansyah Djani sebagai presiden UNCTAD bukan saja menunjukkan kepercayaan negara-negara anggota kepada Indonesia, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan diplomasi Indonesia di bidang perdagangan dan pembangunan dalam forum UNCTAD, ujar Dinar Sinurat.

Dikatakannya dalam pertemuan itu secara resmi juga mengesahkan Jesus S. Domingo dari Perutap Filipina sebagai wakil kelompok Asia yang akan bertugas sebagai Wakil Presiden TDB periode April - September 2009.

Sebagai Presiden TDB, tugas Dubes/Watapri Jenewa diharapkan dapat mendorong tercapainya kesepakatan dalam menghadapi krisis ekonomi global dan kaitannya dengan perdagangan dan pembangunan yang menjadi dasar kegiatan UNCTAD.

Khususnya dalam memberikan dukungan bagi negara anggotanya, di berbagai bidang seperti investasi, jasa, perdagangan, komoditi, fasilitas transpor serta bentuk dukungan bagi negara-negara di kawasan Afrika.

Isu-isu tersebut akan diformulasikan ke dalam agenda utama sidang tahunan TDB ke-56 September mendatang sebagai tindak lanjut hasil Konferensi Tingkat Menteri (KTM) UNCTAD XII di Accra, Ghana bulan April tahun lalu.

Secara khusus, Presiden TDB diharapkan untuk memimpin sidang-sidang TDB yang diagendakan sampai September antara lain untuk memimpin konsultasi bulanan Presiden TDB dengan anggota dan biro, menyelenggarakan Public Symposium for Civil Society pada Mei dan sidang tingkat tinggi Executive Session on Africa bulan Juni .

Kegiatan utama yang akan segera dilaksanakan Dubes Dian Triansyah Djani adalah mewakili negara-negara anggota UNCTAD untuk berpartisipasi pada pertemuan UN ECOSOC High Level Meeting with Bretton Woods Institution (IMF dan Bank Dunia) di New York tanggal 27 April mendatang.

Harapan dan keyakinan negara-negara anggota atas kepemimpinan baru Watapri Jenewa dalam mengimplementasikan Accra Accord, yang merupakan hasil Konferensi UNCTAD ke-XII April tahun lalu, juga didasari pandangan bahwa Indonesia selalu mengedepankan dan mendorong isu pembangunan selama memimpin Kelompok Asia sejak bulan Juli tahun lalu hingga Maret .

Dewan Perdagangan dan Pembangunan atau Trade and Development Board merupakan badan tertinggi di UNCTAD yang membahas dan menetapkan kebijakan yang terkait dengan kerjasama internasional di bidang perdagangan dan pembangunan dalam kerangka PBB.

Guna mendorong kerjasama internasional yang lebih erat di bidang perdagangan dan pembangunan, Accra Accord, memandatkan penguatan TDB dalam meningkatkan dialog kebijakan dan consensus-building antar anggota UNCTAD.

Peran Presidensi TDB saat ini menjadi lebih krusial dengan terjadinya krisis ekonomi yang berdampak pada perdagangan dan pembangunan.

Dubes Dian Triansyah Djani adalah seorang diplomat karir lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Vanderbilt University. Selama berdinas di Deplu, Dubes Dian Triansyah Djani menangani isu ekonomi dan perdagangan dalam kerangka UNCTAD dan WTO, APEC, dan forum lainnya. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009