Cegah COVID-19, RSUD Curup-Bengkulu tiadakan jam besuk pasien

Cegah COVID-19, RSUD Curup-Bengkulu tiadakan jam besuk pasien

RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provins i Bengkulu yang berada di Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Dwi Tunggal, Curup untuk sementara meniadakan jam besuk pasien guna mencegah penularan virus COVID-19.. (FOTO ANTARA/dok).

Peniadaan jam besuk ini mulai diberlakukan dari tanggal 18 Maret hingga 14 hari ke depan. Selain itu, kita juga membatasi jumlah pendamping pasien yakni hanya untuk satu orang saja
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Manajemen RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu meniadakan jam kunjungan atau besuk bagi keluarga pasien yang menjalani perawatan di tempat itu terkait pencegahan penularan virus COVID-19.

Direktur RSUD Curup dr Samiri di Rejang Lebong, Rabu mengatakan bahwa peniadaan jam besuk tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus COVID-19 di wilayah itu.

"Peniadaan jam besuk ini mulai diberlakukan dari tanggal 18 Maret hingga 14 hari ke depan. Selain itu, kita juga membatasi jumlah pendamping pasien yakni hanya untuk satu orang saja," katanya.

Ia menjelaskan peniadaan jam besuk dan pembatasan pendamping pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Curup itu sesuai dengan iimbauan pemerintah pusat melalui keputusan Kemenkes No.HK.01.07/Menkes/104/2020  serta Surat Edaran Bupati Rejang Lebong No.180/0283/Bag.3/2020, tentang pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus Corona di Kabupaten Rejang Lebong.

Selain itu pihaknya juga telah membentuk Satgas Antisipasi COVID-19 dengan menyiapkan fasilitas pendukung seperti ambulans khusus, ruang isolasi khusus, alat rontgen khusus serta petugas medis yang dibekali alat standar penanganan virus yang menyebar dari daerah Wuhan, China tersebut.

Adapun satgas penanganan COVID-19 yang mereka bentuk ini beranggotakan tenaga medis yang berasal dari dokter spesialis paru dan petugas medis seperti perawat serta petugas rontgen, sedangkan untuk alat rontgen yang disiapkan khusus untuk penanganan COVID-19.

Sejauh ini satgas yang mereka bentuk itu sendiri sudah melakukan simulasi penanganan pasien yang ciri ciri terinfeksi virus COVID-19 di mana tujuannya jika ada warga yang diduga terinfeksi bisa langsung diberikan pertolongan, demikian Samiri.

Baca juga: Antisipasi corona, Rejang Lebong liburkan anak sekolah

Baca juga: RSUD Bengkulu siapkan ruang isolasi untuk antisipasi penularan corona

Baca juga: RSUD Curup kekurangan alat cuci darah

Baca juga: RSUD Curup Rejanglebong rawat 115 pasien DBD

Pewarta: Nur Muhamad
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

PMI Cirebon gelar layanan vaksinasi tanpa turun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar