Samarinda (ANTARA News) - Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak mengharapkan PSSI, Menegpora, dan KONI agar segera memberikan kepastian pertandingan persahabatan antara Timnas melawan MU (Manchester United) di Stadion Sempaja Samarinda, agar bisa mempersiapkan yang lebih baik.

"Lebih cepat kita mendapat kepastian akan lebih baik. Hal itu terkait persiapan. Minimal persiapan sekitar dua bulan sebelum pertandingan karena menyangkut nama baik daerah dan Indonesia, mengingat tim yang bertanding (MU) adalah tim papan atas dunia," kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak di Samarinda, Selasa.

Ia menjamin tempat pertandingan di Stadion Utama Samarinda yang dijadwalkan 24 Juli 2009 pasti tidak mengecewakan bagi tim Premier League itu karena merupakan stadion terbesar kedua nasional (kapasitas 45.000 penonton) setelah Stadion Bung Karno Jakarta (kapasitas 100.000 penonton).

Stadion yang dibangun untuk PON XVII-2008 Kaltim itu senilai 90 juta dolar AS atau sekitar Rp800 miliar (di luar biaya pembangunan infrastruktur sekitar stadion) dianggap layak tempat pertandingan tim kelas dunia, mengingat setara dengan stadion-stadion kelas menengah di klub-klub Liga Eropa.

Nilai Stadion Utama Palaran Samarinda setara dengan stadion kelas menengah klub-klub Liga Eropa, misalnya biaya renovasi Ernst Happel Stadium yang menjadi host final Euro 2008 di Austria menelan dana sekitar 66,8 juta Euro atau sekitar Rp700 miliar.

"Menggelar event besar itu tentu butuh persiapan panjang pada berbagai hal, termasuk keamanan serta pengamanan tim mulai dari kedatangan, bertanding sampai kembali ke Jakarta," kata dia.

Gubernur Kaltim saat mendapat tawaran dari Mengepora untuk menjadi tuan rumah laga MU melawan Timnas dalam "Tour Asia" itu langsung menerimanya.

"Saya langsung menerima tawaran itu karena peluang emas dan sejarah bagi Kaltim. Peluang kita menjual nama daerah, termasuk berbagai potensinya baik ekonomi maupun pariwisata. Kesempatan emas ini juga mungkin sangat jarang kita raih lagi," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Awang menepis keraguan Kaltim bisa menjadi tuan rumah terkait aturan yang ditetapkan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) yang mengharuskan ada hotel berbintang lima dan jarak perjalanan antara Bandara hingga arena pertandingan tidak lebih dari 100 kilometer atau tidak melebihi dua jam.

"Hotel berbintang lima sudah ada di Kaltim, mengenai jarak tempuh minimal 100 kilometer juga bisa diatasi, yakni tidak menggunakan perjalanan darat namun transportasi udara dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan ke Bandara Temindung Samarinda sehingga hanya butuh 20 menit," kata Awang.

Semula sejumlah kalangan agak pesimistis laga yang akan menghadirkan megabintang, Cristiano Ronaldo, bisa terlaksana di Kaltim mengingat jarak Samarinda-Balikpapan 120 km atau butuh waktu antara dua sampai 2,5 jam untuk perjalanan darat.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009