Bulu tangkis

Olimpiade ditunda, PBSI pastikan tetap kirim atlet terbaik

Olimpiade ditunda, PBSI pastikan tetap kirim atlet terbaik

Seorang pejalan kaki sambil mengenakan masker melintas di dekat logo olimpiade di kota Tokyo, Jepang (12/3/2020). ANTARA/Xinhua/Du Xiaoyi/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memastikan akan tetap mengirimkan pemain-pemain terbaik dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang ditunda pelaksanaannya menjadi 2021 mendatang.

Menurut Sekjen PBSI Achmad Budiharto melalui keterangan tertulis yang diterima media di Jakarta, Kamis, pihaknya masih menunggu keputusan lanjutan dari Federasi bulu Tangkis Dunia (BWF) berkaitan dengan sistem penghitungan poin yang akan diterapkan pada kualifikasi Olimpiade tahun depan itu.

“Kami tidak tahu keputusan BWF seperti apa nantinya terkait kualifikasi Olimpiade, apakah akan ada hitungan baru lagi, ada pembekuan rangking atau bagaimana. Namun secara prinsip, kami akan tetap mengirim pemain-pemain terbaik, yang berpeluang besar mendapat medali,” katanya.

Baca juga: Jepang dan IOC sepakati penundaan Olimpiade Tokyo 2020
Baca juga: Penundaan Olimpiade Tokyo jadi keputusan bersejarah


Lebih lanjut, dia mengungkapkan penundaan jadwal Olimpiade Tokyo tersebut juga membuat pihaknya harus melakukan sejumlah penyesuaian agar tetap dapat berpartisipasi dalam ajang olah raga bergengsi itu.

“Keputusan penundaan Olimpiade Tokyo itu pasti sudah mempertimbangkan banyak hal. Kami pun harus melakukan penyesuaian, terutama bagi para pemain. Mereka (atlet) harus menyesuaikan dengan kondisi perubahan jadwal turnamen-turnamen, program latihan dan sebagainya,” ujar Budi menambahkan.

Wabah COVID-19 yang sampai dengan saat ini masih melanda di berbagai belahan dunia telah membuat International Olympic Committee (IOC) memutuskan untuk menunda pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 yang awalnya dijadwalkan pada 24 Juli hingga 9 Agustus.

Presiden IOC Thomas Bach beserta Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan bahwa Olimpiade Tokyo akan diselenggarakan tidak lebih dari musim panas 2021. Selain itu, keduanya juga memutuskan bahwa titelnya tetap akan disebut Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 meski dilangsungkan pada 2021 mendatang.

BWF pun mendukung keputusan tersebut. Hingga kini, BWF masih bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait untuk membahas masalah kualifikasi Olimpiade Tokyo sekaligus kemungkinan pembekuan poin rangking dunia dengan sistem yang adil bagi seluruh atlet.

Baca juga: IOC: Olimpiade Tokyo digelar tidak melampaui musim panas 2021
Baca juga: Kemenpora ingatkan atlet tetap semangat meski Olimpiade ditunda
Baca juga: Tanggapan atlet dan pembesar olahraga atas penundaan Olimpiade


Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Penonton harapkan Indonesia raih tiga gelar di Indonesia Masters

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar