Darurat COVID-19, Pemkab Bekasi perpanjang waktu belajar di rumah

Darurat COVID-19, Pemkab Bekasi perpanjang waktu belajar di rumah

Bupati Bekasi, Jawa Barat Eka Supria Atmaja. (FOTO ANTARA/ Pradita Kurniawan Syah).

Jika pada surat edaran sebelumnya waktu belajar di rumah hanya sampai 31 Maret, kini diperpanjang menjadi 11 April 2020
Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menerbitkan Surat Edaran Bupati Bekasi nomor 800/SE-31/Disdik/2020 tanggal 27 Maret 2020 perihal perpanjangan waktu belajar di rumah berkenaan dengan masa darurat COVID-19 di wilayahnya.

"Jika pada surat edaran sebelumnya waktu belajar di rumah hanya sampai 31 Maret, kini diperpanjang menjadi 11 April 2020," kata Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja di Cikarang, Sabtu.

Ia mengatakan pemberitahuan itu menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19.

"Juga surat edaran bernomor 420/SE-25/Dinkes/2020 tentang percepatan penanganan COVID-19 di Kabupaten Bekasi yang saya keluarkan pada tanggal 14 Maret 2020 lalu," katanya.

Eka menjelaskan keputusan ini dikeluarkan pihaknya berdasarkan pertimbangan situasi darurat akibat meningkatnya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayahnya.
 
Surat Edaran Bupati Bekasi nomor 800/SE-31/Disdik/2020 tanggal 27 Maret 2020 perihal perpanjangan waktu belajar di rumah berkenaan dengan masa darurat COVID-19. (FOTO ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).
Surat edaran itu ditujukan kepada para pengawas dan pemilik sekolah, kepala PAUD negeri dan swasta, kepala SD/MI negeri dan swasta, serta kepala SMP/MTs negeri dan swasta yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Soal pengaturan lebih lanjut berkaitan dengan pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bekasi akan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi," katanya.

Eka meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi segera menetapkan pengaturan lebih lanjut terkait kebijakan pendidikan ini dengan tetap berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan dikeluarkannya surat edaran ini dia berharap dapat menjadi perhatian bagi segenap pelaku dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi.

"Para pengawas, pemilik, serta kepala sekolah baik negeri maupun swasta untuk dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab," demikian Eka Supria Atmaja.

Baca juga: Di Kabupaten Bekasi, seluruh sekolah dan perguruan tinggi diliburkan

Baca juga: Cegah COVID-19, Pemkab Bekasi tunda Pilkades Serentak 2020

Baca juga: 687 warga Bekasi jalani tes cepat COVID-19

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Mahfud MD berterima kasih kepada seluruh masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar