Islamabad (ANTARA News/Reuters) - Sejumlah pria tak dikenal telah menyerang tentara paramiliter Pakistan yang dikerahkan Kamis ke sebuah distrik yang sebenarnya telah dimbilalih oleh Taliban, satu hari setelah Washington mengatakan Islamabad telah tunduk pada gerilyawan di wilayah itu.

Sekitar 100 tentara paramiliter telah dikirim ke distrik Buner, tidak jauh dari Islamabad, kata polisi. Segera setelah mereka tiba, gerilyawan menyerang konvoi mereka, membunuh seorang polisi yang mengawal mereka, kata Arsala Khan, wakil superintendent polisi.

"Satu pleton Korp Perbatasan telah tiba di Buner untuk membantu polisi menjaga keamanan di distrik itu," kata Khan.

Kekerasan yang meningkat di Pakistan dan meluasnya pengaruh Taliban di bagian baratlaut negara itu telah menghidukan kembali kekhawatiran mengenai stabilitas negara bersenjata nuklir itu, yang sangat penting bagi upaya AS untuk menstabilkan tetangganya Afghanistan.

Setelah gagal menumpas pasukan Taliban di wilayah itu, Presiden Asif Ali Zaedari pekan lalu menyetujui penerapan hukum syariah Islam di Lembah Swat dan daerah sekitarnya meskipun ada kecaman dari negara-negara Barat serta kelompok liberal dan HAM Pakistan.

Menlu AS Hillary Clinton mengatakan, Rabu, pemerintah telah tunduk pada Taliban dengan menyetujui perjanjian Swat, dan menambahkan negara itu sekarang mengajukan "ancaman besar sekali" pada dunia.

Pemimpin para kepala staf gabungan AS, Mike Mullen, telah bertemu dengan pemimpin militer Pakistan Jenderal Ashfaq Kayani dan beberapa pejabat militer lainnya serta membicarakan masalah keamanan, seorang pejabat militer mengatakan tanpa menyebut nama. Mullen tiba di Pakistan untuk kunjungan singkat Rabu.

Dalam beberapa hari pengumuman pemerintah mengenai penerapan hukum syariah di Swat, 115 Km di baratlaut Islamabad, gerilyawan telah memaksakan jalan mereka ke Buner yang berdekatan, lebih dekat ke ibukota Islamabad. Mereka mengatakan tujuan mereka adalah untuk mendesakkan versi Islam mereka yang keras di negara itu.

Sejumlah warga mengatakan Taliban telah menduduki pos-pos polisi di Buner dan bahwa para petempur yang memikul senjata telah menjelajahi tempat seperti pasar minta orang untuk mendukung upaya mereka menerapkan hukum Islam.


Pasar keuangan

Saham-saham Pakistan ditutup pada level tiga persen lebih rendah Kamis karena kekhawatiran akan meluasnya pengaruh Taliban, kata pialang.

"Investor mengkhawatirkan mengenai masalah Taliban dan khawatir akan kekerasan lagi," kata Tauseek Ladak, seorang pialang di Taurus Securities Ltd.

PM Yousaf Raza Gilani menegaskan kembali Kamis bahwa pemerintah telah menyetujui hukum Islam di Swat atas nasehat sebuah partai sekuler yang memimpin pemerintah provinsi itu, tapi pemerintah dapat meninjau kembali perjanjian tersebut jika perdamaian tidak pulih.

Beberapa polisi yang mendesak pemerintah untuk menerapkan hukum syariah bahkan mulai menyampaikan kekhawatiran mengenai pengaruh Taliban yang bertambah.

"Jika Taliban meneruskan kemajuan mereka pada langkah sekarang ini, mereka akan segera mengetuk pintu Islamabad," Fazl-ur-Rehman, pemimpin Jamiat-e-ulema-e-Islam, partai Islam terbesar negara itu, pada parlemen, Rabu.

Gerilyawan Kamis dini hari membakar tujuh trek yang membawa bahan bakar untuk pasukan Barat di Afghanistan di pinggiran kota Peshawar di Pakistan baratlaut, polisi menambahkan.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009