Olimpiade

Olimpiade ditunda, Kemenpora siapkan rencana anggaran tambahan

Olimpiade ditunda, Kemenpora siapkan rencana anggaran tambahan

Arsip - Sesmenpora Gatot S Dewa Broto menunggu dimulainya sidang lanjutan kasus suap penyaluran pembiayaan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI dengan terdakwa asisten mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Miftahul Ulum (kanan) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/2/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkomitmen akan mempersiapkan rencana anggaran tambahan bagi Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 yang penyelenggaraannya diundur ke tahun depan.

"Terkait dengan anggaran, kami akan coba memperjuangkan kalau nanti ada penambahan atlet (yang lolos)," kata Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto saat melakukan video conference di Jakarta, Senin.

Semula, Kemenpora telah menggelontorkan total dana fasilitas pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 sebesar Rp161,5 miliar, dengan rincian Rp86,2 miliar untuk biaya pelatnas 10 cabang olahraga, dan Rp75,3 miliar untuk Komite Paralimpik Indonesia (NPC).

Kesepuluh cabang olahraga yang yang telah menerima dana tersebut, yaitu PBSI (bulu tangkis), PABBSI (angkat besi), PBVSI (bola voli), PB ISSI (balap sepeda), PELTI (tenis), Perbakin (menembak), PB TI (taekwondo), PB Pertina (tinju), FPTI (panjat tebing), dan PSOI (selancar ombak).

Baca juga: Olahraga Indonesia alihkan fokus ke penanganan COVID-19
Baca juga: Olimpiade diundur, Perbakin usul peruntukan anggaran Pelatnas diubah


Rencananya, anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pelatnas Olimpiade, tetapi juga untuk biaya pelatnas jangka panjang, termasuk persiapan SEA Games 2021 di Vietnam.

Namun, mundurnya Olimpiade Tokyo 2020 menjadi persoalan tersendiri bagi Kemenpora. Apalagi dengan banyaknya kegiatan olahraga di tahun depan, masalah terkait pembengkakan anggaran tak dapat dihindari.

Dalam mempersiapkan rencana tambahan anggaran tersebut, Kemenpora selanjutnya akan berkomunikasi dengan induk-induk cabang olahraga, khususnya cabang olahraga yang terimbas penundaan turnamen kualifikasi Olimpiade akibat pandemi virus corona.

"Kepada cabor-cabor yang atletnya (berpotensi) lolos, dan ada pra-kualifikasi tapi terpaksa ditunda, kami akan duduk bareng dengan cabor untuk mendapatkan pengarahan dari Kemenpora seandainya akan ada perubahan (rencana anggaran). Kami sampaikan kepada mereka terutama yang sudah terima untuk melakukan revisi," kata Gatot.

Tahun 2021 bakal menjadi tahun tersibuk bagi olahraga Tanah Air. Selain Olimpiade Tokyo 2020, akan ada beberapa event olahraga lainnya yang bakal diikuti oleh Indonesia, di antaranya Asian Youth Games, Asia Winter Games, Islamic Solidarity Games, SEA Games Vietnam, dan tentu saja kesibukan mempersiapkan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Baca juga: Menpora: penundaan Olimpiade 2020 berat bagi Indonesia
Baca juga: Perpani agendakan dua pelatnas untuk Olimpiade dan SEA Games

 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemenpora siapkan Rp30 miliar untuk kontingen ASEAN Para Games

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar