Anies minta RT/RW identifikasi kelompok rentan tertular COVID-19

Anies minta RT/RW identifikasi kelompok rentan tertular COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan penjelasan tentang 40 ribu alat pelindung diri (APD) baru untuk para tenaga medis di Jakarta, Senin (23/03/2020). ANTARA/HO Pemprov DKI/am.

kelompok masyarakat yang rentan itu terbagi dalam beberapa kategori yakni Lansia di atas 60 tahun dan penyandang penyakit bawaan seperti diabetes, jantung, paru-paru, serta tekanan darah tinggi
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta tiap Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), hingga kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat yang rentan tertular COVID-19.

"Pemprov memberikan instruksi bagi ketua RT/RW, dan PKK untuk melakukan identifikasi atas kelompok masyarakat yang rentan tertular COVID-19," ujar Anies saat menyampaikan keterangan pers di Balaikota Jakarta, Senin.

Anies menyebut kelompok masyarakat yang rentan itu terbagi dalam beberapa kategori yakni Lansia di atas 60 tahun dan penyandang penyakit bawaan seperti diabetes, jantung, paru-paru, serta tekanan darah tinggi.

Baca juga: Wapres: Masyarakat rentan COVID-19 dapat bantuan Pemerintah

Baca juga: Wanita hamil dan bayinya rentan corona? Simak faktanya

Baca juga: Kelompok penyakit penyerta dominasi kematian COVID-19, kata Dekan FKUI


Ia juga meminta unsur kewilayahan tersebut untuk melakukan pendampingan dan sosialisasi bagi lansia yang tinggal seorang diri.

Pendampingan dilakukan untuk membantu para kelompok rentan tertular COVID-19 beraktivitas di rumah dan membatasi kegiatan di luar rumah akibat kurangnya mendapat informasi perihal penyakit menular tersebut.

"Jadi mereka bertugas mengidentifikasi di lingkungannya lalu secara khusus sosialisasi mencegah penularan. Dan ada sebagian dari Lansia yang tinggal sendiri, di situ harus ada pendampingan khusus. Kita sudah sampaikan agar mereka tetap bertahan di rumah tanpa keluar," kata dia.

Sementara itu dari data statistik hingga Senin, total jumlah kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta mencapai 720 kasus, sementara yang sembuh sebanyak 48 orang, dan 76 meninggal dunia.

Jika melihat angka statistik, angka kesembuhan masih rendah jika dibandingkan jumlah kematian tiap harinya. Jumlah pasien sembuh tetap diangka 48 orang atau tidak bertambah sejak Minggu. Sementara 76 orang meninggal dunia atau naik sembilan orang dari hari Minggu.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jam operasional LRT Jakarta diperpanjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar