Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan terminal III Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Selasa pagi.

Selain meresmikan terminal III Bandara Soekarno Hatta yang mulai dibangun sejak 2006 itu, Presiden yang didampingi Ibu Ani juga akan meresmikan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Terminal III Bandara Soekarno Hatta dibangun dengan biaya Rp285 miliar untuk menambah kapasitas terminal I yang berkapasitas 16 juta penumpang per tahun dan terminal II Bandara Soekarno Hatta yang berkapasitas sembilan juta per tahun.

Terminal seluas 30 ribu meter persegi itu beroperasi sejak 15 April 2009 dan dirancang untuk menampung dua puluh juta penumpang per tahun.

Saat ini baru dibangun satu sub terminal yang mampu menampung empat juta penumpang per tahun dari lima sub terminal yang direncanakan. Jika seluruh tahap pembangunan terminal III yang terletak di sebelah timur terminal II itu selesai, maka Bandara Internasional Soekarno Hatta diharapkan mampu melayani 38 juta penumpang per tahun.

Terminal yang sebelumnya merupakan terminal haji atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tersebut akan melayani penumpang dari 97 rute keberangkatan dan kedatangan.

Dua maskapai penerbangan yang akan dipindahkan terlebih dahulu dari terminal I ke terminal III adalah Mandala Air dan Air Asia.

Sedangkan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok yang juga akan diresmikan oleh Presiden Yudhoyono merupakan stasiun peninggalan masa kolonial Belanda yang sudah tidak digunakan selama sembilan tahun.

Stasiun yang dibangun pada 1914 itu direnovasi dengan biaya Rp9 miliar dan akan melayani tiga rute kereta penumpang kelas ekonomi.

Dari enam jalur kereta api di stasiun tersebut, baru tiga yang diaktifkan sedangkan tiga lagi masih dalam perbaikan.

Stasiun kereta api Tanjung Priok akan melayani rute Tanjung Priok-Purwakarta, Kereta Kertajaya jurusan Tanjung Priok-Surabaya, dan Tanjung Priok-Semarang.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009