Jakarta (ANTARA News) - Realisasi belanja negara hingga 23 April 2009 mencapai Rp196,79 triliun atau 18,98 persen dari target belanja negara dalam APBN 2009 sebesar Rp1.037,1 triliun.

"Realisasi belanja negara mencapai Rp196,79 triliun atau 18,98 persen," kata Dirjen Perbendaharaan Depkeu, Herry Purnomo di Jakarta, Selasa.

Menurut Herry, realisasi belanja negara itu terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp117,93 triliun atau 16,4 persen dari APBN 2009 sebesar Rp716,4 triliun. Dan transfer ke daerah Rp78,86 triliun atau 24,59 persen dari APBN 2009 sebesar Rp320,7 triliun.

Lebih lanjut Herry merinci, belanja pemerintah pusat sebesar Rp117,93 triliun antara lain terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp37,4 triliun atau 26,08 persen.

Sementara itu realisasi belanja barang mencapai Rp10,56 triliun atau 13,59 persen, realisasi belanja modal Rp10,14 triliun atau 10,18 persen.

"Realisasi subsidi energi belum bergerak masih Rp7,49 triliun atau 10,22 persen karena subsidi BBM belum juga ada pencairan, sementara realisasi subsidi non energi mencapai Rp2,29 triliun," jelasnya.

Sementara itu dari sisi penerimaan, realisasi penerimaan dalam negeri hingga 23 April 2009 mencapai 20,29 persen dari target APBN 2009 sebesar Rp984,8 triliun. "Realisasi penerimaan perpajakan Rp167,27 triliun atau 23,04 persen dari target APBN 725,8 triliun," katanya.

Herry merinci, penerimaan perpajakan antara lain terdiri dari penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp50,98 triliun atau 20,4 persen, Pajak Penghasilan (PPh) Rp90,71 triliun atau 25,38 persen, penerimaan cukai Rp17,2 triliun atau 34,8 persen.

Sementara itu penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp32,76 triliun atau 12,65 persen dari target Rp258,9 triliun. "Realisasi penerimaan bea masuk tetap stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu sekitar Rp500 miliar," katanya.

Sementara itu realisasi pembiayaan mencapai Rp57,56 triliun atau 112,10 persen dari target APBN 2009. "Itu belum termasuk sukuk global, hari ini juga ada lelang yang menyerap Rp2 triliun," jelas Herry.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009