Bola Basket

Yao Ming donorkan darah, Joe Young kembali berulah

Yao Ming donorkan darah, Joe Young kembali berulah

Legenda bola basket China Yao Ming memegang trofi kejuaraan saat upacara pembukaan Piala Dunia Bola Basket 2019 di Beijing National Aquatics Center, Beijing, China, Jumat (30/8/2019). Presiden China Xi Jinping secara resmi membuka gelaran putaran final Piala Dunia FIBA 2019 yang dilangsungkan di delapan kota di negaranya, 31 Agustus - 15 September yang diikuti oleh 32 negara peserta. ANTARA FOTO/How Hwee Young/Pool via REUTERS/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Bola Basket China (CBA) Yao Ming mendonorkan darahnya, sedangkan mantan pemain klub NBA Joe Young kembali berulah saat menjalani karantina COVID-19 di salah satu hotel di China.

Yao Ming yang juga mantan pemain NBA itu mendonorkan darah bersama beberapa stafnya untuk mengatasi kekurangan persediaan darah di Beijing.

Sebanyak 12 orang dari CBA termasuk Yao telah selesai donor, demikian Komisi Kesehatan Beijing (BHC) di akun Weibonya, Rabu (1/4).

Dari mereka, BHC berhasil mengumpulkan 2.400 mililiter darah, termasuk dari Yao 400 mililiter.

Pemerintah Kota Beijing mengimbau masyarakat untuk mendonorkan darahnya ke klinik guna mengatasi menipisnya persediaan darah setelah dua bulan lebih masyarakat Ibu Kota China itu memilih tinggal di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus yang telah membunuh ribuan nyawa manusia itu.

Baca juga: Semua pemain Lakers bebas dari gejala COVID-19

Sementara itu, Joe Young dan temannya meminta pihak hotel mengambilkan makanan dan minuman pada dini hari karena kalau tidak, mereka mengancam akan keluar untuk mengambil makanan dan minuman sendiri.

Tindakan mantan pemain Indiana Pacers yang kini memperkuat klub CBA Nanjing Monkey Kings tersebut memicu kecaman warganet China.

Bahkan ada fansnya yang menilainya arogan dan mendesak dipulangkan ke Amerika Serikat.

"Kami meminta maaf kepada staf hotel atas permintaan pesanan pada dini hari kemarin yang mengganggu tidur tamu yang lain," katanya di akun Weibonya.

"Kami tidak bermaksud membuat onar di sekitar sini sehingga menyebabkan kesalahpahaman. Saya cinta China, saya cinta Nanjing, sungguh," tambah pebasket berusia 27 tahun itu.

Young salah satu di antara pebasket asing yang kembali ke China untuk mengantisipasi kemungkinan dimulainya lagi kompetisi CBA, demikian Sina Weibo.

Baca juga: Rudy Gobert dan Donovan Mitchell telah bersih dari virus corona

Pertengahan April ini disebut-sebut sebagai waktu diputarnya kembali kompetisi CBA, namun sangat tidak mungkin meskipun perkembangan kasus COVID-19 sudah mulai berkurang.

Young sudah dua kali ini berulah. Beberapa pekan sebelumnya pemain basket kelahiran Houston, AS, itu telah bersumpah di Twitternya tidak akan kembali ke China. Namun lagi-lagi dia menganggap pernyataannya tersebut sebagai bentuk kesalahpahaman.

Young berhasil mendarat di Beijing sebelum pemerintah China menangguhkan sementara kedatangan warga negara asing untuk menekan kasus impor COVID-19 yang hingga 31 Maret telah mencapai angka 691.

Sebelum ditangguhkan, semua warga negara asing yang tidak terinfeksi COVID-19 diwajibkan melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari di sejumlah hotel yang ditentukan atas biaya sendiri.

Baca juga: NBA terancam ditunda tiga bulan atau lebih

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar