Liga Inggris

Jika Liga Premier tak rampung, Burnley terancam merugi Rp1 triliun

Jika Liga Premier tak rampung, Burnley terancam merugi Rp1 triliun

Ekspresi pemain Burnley Ashley Westwood seusai dikalahkan Leicester City pada pertandingan Liga Inggris di stadion Turf Moor, Burnley, Sabtu (16/3/2019). Leicester City menang 2-1 atas tuan rumah Burnley. ANTARA FOTO/Action Images via Reuters/Craig Brough/pras.

Jakarta (ANTARA) - Burnley mengungkapkan mereka terancam merugi sekira 50 juta poundsterling (sekira Rp1 triliun) jika Liga Premier Inggris musim 2019/20 tak rampung karena dibayangi ketidakpastian pandemi virus corona.

Hal itu diumumkan Burnley lewat laman resminya pada Sabtu, menanggapi hasil keputusan rapat Liga Premier yang disampaikan sehari sebelumnya terkait perpanjangan masa penangguhan tanpa tenggat waktu.

"Burnley berusaha bersikap transparan terhadap suporter, staf dan pemangku kepentingan, bahwa perpanjangan penangguhan ini menimbulkan tantangan signifikan untuk klub," demikian tulis pernyataan tersebut.

Baca juga: Berbatov merasa aneh jika musim dibatalkan dan Liverpool tak juara

Baca juga: UEFA cabut larangan siaran langsung sepak bola di Inggris

Jika musim dilanjutkan dan pertandingan digelar tanpa penonton, maka Burnley bakal kehilangan 5 juta poundsterling dari pos penjualan tiket empat laga kandang tersisa.

Burnley juga memperkirakan bakal kehilangan 45 juta poundsterling lagi dari hak siar serta beberapa pos pendapatan lainnya, jika musim tak dilanjutkan sama sekali.

Angka 50 juta poundsterling tersebut, menurut Burnley menjadi patokan minimum sebab beberapa klub Liga Premier lainnya bisa saja merugi hingga 100 juta poundsterling.

"Ini situasi yang tidak pernah terjadi bagi kami dan klub-klub Liga Premier, yang mungkin tak pernah kami perkirakan beberapa pekan lalu," kata Direktur Utama Burnley Mike Garlick.

Baca juga: Liga Premier kucurkan dana untuk klub divisi bawah dan petugas medis

Baca juga: Rashford galang dana untuk anak-anak terdampak corona



Menurut Garlick persoalan krisis finansial akibat pandemi virus corona bukan saja masalah yang dihadapi Burnley, tetapi ekosistem sepak bola secara keseluruhan termasuk masyarakat yang selama ini kecipratan rejeki dari pertandingan-pertandingan Liga Premier.

"Sebagai klub, suporter, staf dan warga kota kita semua menghadapi ini bersama-sama, saya yakin kita bisa melewatinya jika bersatu dan terus tolong menolong sesama dalam masa sulit ini," katanya.

"Kita harus melakukan sesuatu, sekecil apapun, bersama-sama sebagai sebuah klub," pungkas Garlick.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Direksi TVRI patahkan alasan Dewas pecat Helmy soal tayangan asing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar