Presiden beri perhatian masyarakat lapisan bawah, sopir hingga kenek

Presiden beri perhatian masyarakat lapisan bawah, sopir hingga kenek

Dokumentasi - GM Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Kristianto berbicara dengan supir truk yang kendaraannya terbukti melanggar beban tonase (overload) saat Operasi tertib kendaraan bermuatan lebih di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 41, Cikarang, Jawa Barat, ANTARA FOTO/Audy Alwi/ama/pri.

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo memberikan keterangan pers melalui video dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, untuk menjelaskan beragam bantuan sosial dan program padat karya yang digulirkan pemerintah selama beberapa waktu ke depan dalam masa pandemi COVID-19.

Dalam poin paparannya, Presiden memberikan perhatian bagi masyarakat lapisan bawah, sopir bus atau truk hingga kenek.

"Polri akan melaksanakan program keselamatan. Ini seperti Program Kartu PraKerja, namanya Program Keselamatan oleh Polri," ujar Presiden di Jakarta, Kamis.

Baca juga: Indef nilai bantuan sembako senilai Rp200.000 per bulan masih kurang

Baca juga: Kementerian Sosial salurkan bantuan khusus selama wabah COVID-19


Presiden mengatakan program itu mengombinasikan bantuan sosial dan pelatihan, dengan target 197.000 pengemudi taksi, sopir bus atau truk dan kenek.

Dalam program itu, kepada para target akan diberikan insentif Rp600.000 per bulan selama tiga bulan dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp360 miliar.

Dalam paparannya Presiden juga menjabarkan kembali sejumlah program pemerintah, bantuan sosial dan program padat karya yang digulirkan untuk membantu masyarakat lapisan bawah selama masa pandemi COVID-19.

Kepala Negara menyampaikan penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan kepada 10 juta keluarga dengan total anggaran Rp37,4 triliun.

Baca juga: Pemerintah jamin bantuan sosial COVID-19 tepat sasaran

Kemudian Kartu Sembako juga diberikan kepada 20 juta penerima dengan besaran Rp200.000 per bulan dengan total anggaran Rp43, 6 triliun.

Sedangkan Kartu Pra-Kerja dengan anggaran Rp20 triliun diberikan kepada 5,6 juta orang pasca pelatihan selama empat bulan, serta kebijakan pembebasan tarif listrik bagi pelanggan 450 Va dan diskon bagi pelanggan listrik 900 Va.

Pekan ini pemerintah juga memutuskan kebijakan bansos baru, berupa bantuan khusus bahan pokok sembako dari pemerintah pusat bagi 2,6 juta warga DKI Jakarta, serta bantuan sembako untuk 1,6 juta warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Baca juga: Mensos minta BUMN ikut salurkan bantuan sosial

Baca juga: Presiden minta penyaluran bantuan sosial saat COVID-19 dibuat praktis

Baca juga: Presiden ingatkan pencairan bantuan sosial COVID-19 agar tepat sasaran


Sedangkan untuk warga di luar Jabodetabek akan diberikan bantuan tunai kepada 9 juta kepala keluarga yang tidak menerima PKH dan bantuan sembako.

Selanjutnya Presiden juga telah menginstruksikan seluruh kementerian fokus memberikan program padat karya tunai.
 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pratikno sebut reshuffle tak lagi relevan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar