Langgar aturan isolasi mandiri COVID-19, WNI dideportasi dari Korsel

Langgar aturan isolasi mandiri COVID-19, WNI dideportasi dari Korsel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi . ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA

Benar ada warga negara kita yang dideportasi oleh Pemerintah Korea Selatan karena melanggar aturan isolasi mandiri, yang bersangkutan telah tiba kemarin malam (8/4) difasilitasi kepulangannya dan kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi seorang warga negara Indonesia telah dideportasi dari Korea Selatan (Korsel) karena ia melanggar aturan isolasi mandiri yang wajib dilakukan selama 14 hari setibanya di negara tersebut.

"Benar ada warga negara kita yang dideportasi oleh Pemerintah Korea Selatan karena melanggar aturan isolasi mandiri, yang bersangkutan telah tiba kemarin malam (8/4) difasilitasi kepulangannya dan kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, saat sesi jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan WNI itu tiba di Bandara Internasional Incheon, Korsel, pada 4 April. Tiga hari setelahnya, Kedutaan Besar RI di Seoul menyampaikan informasi pelanggaran aturan yang dilakukan WNI tersebut.

"Tanggal 8 April proses deportasi dilakukan," terang Judha, seraya menambahkan, WNI tersebut telah kembali ke wilayah asalnya di Bogor, Jawa Barat.

Ia menjelaskan Pemerintah Korea Selatan mewajibkan seluruh pendatang menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari demi mencegah penyebaran COVID-19. "Jadi, pada saat kedatangan semua pendatang diminta untuk mengisi di mana di atinggal, tetapi kemudian di-detect (lacak, red) dari lokasi yang bersangkutan, dia tidak tinggal sesuai alamat yang dituju," jelas Judha.

Dalam kesempatan itu, ia kembali mengingatkan agar WNI menunda sementara rencana perjalanan yang tidak mendesak ke luar negeri.

"Ibu Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi, red) juga sudah menyampaikan agar kita dapat menunda perjalanan-perjalanan yang tidak esensial, tidak penting, dan juga pentingnya mematuhi hukum negara setempat terkait dengan kebijakan penanganan penyebaran COVID-19," terang Judha.

Lewat laman resmi Kementerian Luar Negeri pada 17 Maret, Pemerintah Indonesia mengimbau agar warga negara Indonesia membatasi bepergian ke luar negeri kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak dan tidak dapat ditunda.

"Untuk warga negara Indonesia yang saat ini sedang berpergian ke luar negeri, diharapkan untuk segera kembali ke Indonesia sebelum mengalami kesulitan penerbangan lebih jauh lagi," demikian isi imbauan Kemenlu RI dalam laman resminya.

Baca juga: COVID-19 merebak di Korsel, KBRI tingkatkan upaya perlindungan WNI
Baca juga: KBRI terus pantau WNI di negara terkena COVID-19

Baca juga: Indonesia terima bantuan Korsel untuk tanggulangi COVID-19

 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

RI terima bantuan 479 ribu alat tes PCR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar