Jakarta (ANTARA News) - Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara di Magetan Jawa Timur, Rabu pagi, hingga pukul 14.00 WIB bertambah menjadi 97 orang, demikian Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udata Marsekal Pertama TNI Bambang Soelistyo di Jakarta, Rabu.

"Hingga saat ini kita masih mengkoordinasikan dimana jenazah akan disemayamkan, termasuk jenazah sebelas awak pesawat," katanya.

Bambang menjelaskan, keluarga korban yang berada di Jakarta akan diangkut menuju Madiun untuk proses identifikasi korban, namun masih belum diketahui kapan pesawat pengangkut keluarga korban akan diberangkatkan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Hingga pukul 14.00 WIB, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Subandrio masih berada di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma untuk menerima laporan dari Komandan Pangkalan Marsekal Pertama TNI Boy Syahril Qomar.

TNI AU untuk sementara menutup kawasan ini dari peliputan media massa sehingga wartawan hanya bisa menunggu di luar pangkalan.

Juru bicara Mabes TNI, Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen di Jakarta, Rabu, mengatakan, pesawat yang mengalami musibah itu diawaki sembilan orang dan mengangkut 98 penumpang.

Penumpang terdiri atas 88 orang dewasa dan 10 anak-anak yang kesemuanya adalah prajurit TNI dan keluarganya, katanya.

Sagom Tamboen mengungkapkan, sebagian korban dievakuasi ke RS Pangkalan Udara Iswajudi Madiun dan RS Sudono.

Di samping prajurit dan keluarga prajurit TNI, ada sekitar tiga korban sipil, yaitu Rosidi, Warsim dan satu orang yang masih dalam pencarian. Ketiganya adalah penghuni rumah yang tertimpa pesawat.

Sagom menyatakan, jumlah korban tewas kemungkinan bertambah.

Berikut, nama-nama awak pesawat bernomor lambung A 1325 itu yang turut menjadi korban:

1. Penerbang pertama, Mayor (Pnb) Danu Setiawan
2. Penerbang kedua, Kapten (Pnb) Firdaus Yonen
3. Penerbang ketiga, Letnan Satu (Pnb) Ferdinan Liverzani
4. Navigator, Kapten Arif Permadi
5. Juru radio, Letnan Satu Oman Sumantri
6. Juru mesin udara, Kapten Sugito
7. Pembantu juru mesin, Peltu Suhartono
8. Juru muat, Letnan Satu Apo
9. Juru muat dua, Praka Heru
10. Pembantu juru muat, Pelda Rohim
11. Pembantu juru mudi dua, Serda Agus Indra

(*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2009