Ini syarat Kemenhub izinkan transportasi online angkut penumpang

Ini syarat Kemenhub izinkan transportasi online angkut penumpang

Platform transportasi online Grab, memastikan seluruh pengemudi dan armada kendaraan yang digunakan oleh konsumennya terbebas dari virus Corona atau COVID-19 yakni dengan menyediakan pos disinfektan gratis untuk mitra pengemudi. ANTARA/Dok Humas Grab Jabar/pri.

Beberapa syarat aturan tersebut di antaranya melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut sebelum dan setelah selesai digunakan. Selain itu wajib menggunakan masker dan sarung tangan, dan tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Ad interim Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Minggu,  mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam rangka Pencegahan Penyebaran virus corona, yang salah satu beleidnya adalah aturan transportasi online.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati dalam pemaparannya menjelaskan pemberian izin tersebut memiliki syarat dan ketentuan protokol kesehatan.

Beberapa syarat aturan tersebut di antaranya melakukan disinfeksi kendaraan dan atribut sebelum dan setelah selesai digunakan. Selain itu wajib menggunakan masker dan sarung tangan, dan tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

Baca juga: Kemenhub terbitkan regulasi pengendalian transportasi cegah COVID-19

Sementara itu Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiayadi mengatakan, peraturan tersebut telah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Secara garis besar peraturan tersebut mengatur tiga hal yaitu pengendalian transportasi untuk seluruh wilayah, pengendalian transportasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan pengendalian transportasi untuk kegiatan mudik tahun 2020.

Permenhub ini dibuat berdasarkan kondisi riil saat ini, namun Pemerintah akan memperhatikan dinamika yang berkembang dan tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan penyesuaian.

Baca juga: Pengendara ojol terkendala modal untuk beralih antar barang

“Peraturan tersebut berlaku untuk transportasi penumpang (kendaraan umum dan pribadi) serta transportasi barang/logistik, yang mengatur hal-hal yang harus dilakukan mulai pada saat persiapan perjalanan, selama perjalanan, dan saat sampai tujuan atau kedatangan,” katanya.

Peraturan ini ditujukan baik untuk penumpang kendaraan umum dan pribadi, operator sarana dan prasarana transportasi baik di transportasi darat, kereta api, laut dan udara.

 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Anies Baswedan : semua kebijakan berbasis data dan transparan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar