Pelni batalkan pelayaran kapal penumpang ke Kupang

Pelni batalkan pelayaran kapal penumpang ke Kupang

Kapal Penumpang milik PT. Pelayaran Indonesia (Pelni) KM. Sirimau bertolak dari dermaga Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/pd.

KM Umsini dan KM Bukit Siguntang yang rencananya tanggal 18 dan 19 AprilĀ akan bertolak dari Makassar sudah dibatalkan
Kupang (ANTARA) - PT Pelni (Persero) membatalkan pelayaran sejumlah kapal penumpang ke Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, setelah adanya surat instruksi dari Dinas Perhubungan NTT yang ditujukan kepada pimpinan BUMN tersebut.

Kepala Operasional Pelni Cabang Kupang Bastian saat dikonfirmasi di Kupang, Senin mengatakan pihaknya sudah membatalkan pelayaran dua kapal penumpang yang akan singgah dan menurunkan penumpang di Pelabuhan Tenau dalam beberapa hari ke depan.

"Kami sudah batalkan. Jadi kapal KM Umsini dan KM Bukit Siguntang yang rencananya tanggal 18 dan 19 April akan bertolak dari Makassar sudah dibatalkan," katanya.

Baca juga: KM Umsini batal singgah di Maumere, Larantuka dan Lewoleba

Bastian mengatakan sejumlah penumpang kedua kapal itu yang sudah membeli tiket, maka uang tiketnya sudah dikembalikan, sehingga tak ada penumpang yang rugi akibat pembatalan itu.

Ia juga mengatakan kapal tersebut memang belum berangkat. Sesuai jadwal, baru akan bertolak dari Makassar pada Jumat dan Sabtu pekan ini.

"Sudah banyak juga penumpang yang mengembalikan tiketnya. Kami lakukan ini juga bagian dari mengikuti arahan dari Bapak Gubernur NTT yang larangan beroperasi itu akan dilakukan sampai dengan akhir April," tambah dia.

Sebelumnya, pada 11 April pekan lalu, Dinas Perhubungan NTT telah mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada pimpinan PT  Pelni, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Flobamor, operator kapal perintis laut, dan operator kapal cepat.

Dalam instruksi tersebut tertulis setiap operator serta GM perusahaan pelayaran menghentikan pelayaran dengan tidak memuat penumpang untuk menghindari penyebaran COVID-19 di daerah itu.

Sementara itu, pemerintah provinsi tetap mengizinkan kapal yang mendistribusikan bahan-bahan logistik karena hal itu berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat di NTT.

Sebelumnya, Pelni sudah melarang sejumlah kapalnya untuk berlayar ke tiga pelabuhan di NTT yakni Larantuka, Lewoleba dan Maumere.

Baca juga: Pelni batalkan keberangkatan KM Awu dari Surabaya ke NTT, ini sebabnya
Baca juga: Pelni wajibkan seluruh penumpang kenakan masker

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gugus Tugas Jatim ungkap klaster KM Awu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar