Tabanan (ANTARA News) - Abrasi di sejumlah bibir pantai di Kabupaten Tabanan, Bali, semakin mengkhawatirkan karena sudah mengikis sejumlah lahan pertanian milik warga.

Ombak ketika gelombang pasang dan angin kencang terjadi telah menggerus bibir pantai hingga mengancam lahan pertanian, demikian laporan wartawan ANTARA dari Tabanan, Rabu.

Ketua DPRD Tabanan I Wayan Sukaja SSos saat dimintai komentar mengenai hal itu mengatakan, DPRD akan berkoordinasi dengan bupati untuk membahasnya.

DPRD juga akan meminta anggota komisi yang terkait dengan masalah tersebut untuk meneliti ke lapangan.

Abrasi ini telah berlangsung cukup lama, namun hingga kini tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah setempat.

Sejumlah warga yang memiliki lahan di pinggir pantai mengaku khawatir sawah dan ladangnya lenyap tergerus ombak.

Kasus terparah tampak di kawasan Pantai Kelating, Kecamatan Kerambitan. Pantai yang dulu sangat ramai dikunjungi pelancong lokal ini kian semrawut oleh abrasi sejak tahun 2000.

Bangunan beton penahan ombak di daerah itu juga sudah rusak dihantam ombak, bahkan jalan yang menghubungkan pantai dengan pemukiman warga sudah tergenang hingga layaknya sungai.

"Sejak terjadinya abrasi, pantai jadi sepi pengunjung, padahal sebelumnya pantai ini terkenal dengan keindahan panoramanya," ujar I Nyoman Semadi, salah seorang warga Kelating.

Abrasi telah menimbulkan kerugian besar bagi warga karena tanah dalam radius 100 meter telah terabrasi.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009