Denpasar (ANTARA News) - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, menyatakan, berbagai alat bukti pengungkapan kasus kematian wartawan Radar Bali, AA Narendra Prabangsa (43), terus dilakukan pihaknya dengan semaksimal mungkin.

"Kami terus bekerja mencari berbagai alat bukti baru untuk mengungkap sejelas-jelasnya kasus itu. Tidak saja menyangkut jumlah tersangka, namun juga motif, modus operandi, dan berbagai hal lain," katanya kepada ANTARA, di Denpasar, Sabtu siang.

Sugianyar menyatakan, sesuai rencana, rekonstruksi kasus di rumah tersangka Nyoman Susrama, di Banjar Petak, Kabupaten Bangli, tetap akan dilakukan pada Rabu (10/6). Dilanjutkan dengan rekonstruksi pembuangan jenazah Prabangsa di kawasan pesisir timur Pulau Dewata.

Terkait dengan rekonstruksi itu, katanya, pengamanan maksimal akan dilakukan polisi. "Banyak unit akan dikerahkan, kami tidak ingin ada masalah dalam rekonstruksi itu," katanya.

Sebelumnya, tim Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Bali memastikan untuk menjadwalkan pemeriksaan Bupati Bangli I Nengah Arnawa, terkait kasus pembunuhan Prabangsa.

"Selain bupati, kami juga segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli, Anak Agung Ngurah Samba, guna dimintai keterangan," kata Kepala Satuan I Direktorat Reskrim Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Polisi Akhmad Nurwakhid, beberapa hari lalu.

Namun dia tidak menyebutkan secara rinci, kapan jadwal pemanggilan kedua pejabat tersebut. "Mengenai waktunya belum bisa kami tentukan. Yang jelas pemanggilannya sesuai aturan dan pada 12 Juni mendatang semua berkas sudah kami ajukan ke kejaksaan," katanya.

Prabangsa dibunuh secara sadis di rumah tersangka utama, Nyoman Susrama di Bangli. Susrama yang adalah adik kandung Bupati Bangli, merupakan anggota DPRD Bangli terpilih hasil pemilu lalu.

Polisi sudah menetapkan sedikitnya 10 tersangka yang terlibat dalam pembunuhan wartawan terkait pemberitaan mengenai proyek tanpa tender di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli itu.

Mengenai kemungkinan akan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut, Nurwakhid mengatakan, selama dalam penyidikan ditemukan bukti dan saksi yang kuat mengarah ke seseorang, kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah.

Terkait dengan itu, Sugianyar juga mengungkapkan, akan ada pemanggilan terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Bupati Bangli. "Kita akan panggil sesuai aturan, sebatas untuk dimintai keterangan. Cuman mengenai waktunya belum bisa kami sebutkan," ucapnya.

Sementara pegawai bagian perencanaan di Dinas Pendidikan Bangli, Swarjana, yang ditangkap Senin (1/6) lalu dilepas polisi karena belum cukup bukti ikut melakukan pembunuhan terhadap korban. "Ia dilepas karena selama pemeriksaan satu kali 24 jam, belum ada bukti dan saksi yang cukup untuk membuktikan keterlibatannya," katanya.

Begitu juga dengan kemungkinan adanya tambahan tersangka baru dalam kasus pembunuhan Narendra Prabangsa yang adalah redaktur Radar Bali itu, Sugianyar menambahkan, selama ditemukan bukti dan saksi yang mengarah ke seseorang, bisa saja ada tambahan tersangka.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009