Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Riset Informasi (LRI) mengatakan bahwa pelaksanaan pemilihan presiden yang akan belangsung pada tanggal 8 Juli, akan berlangsung dua putaran.

Presiden LRI Johan O Silalahi di Jakarta, Minggu, mengatakan, hasil survei nasional LRI dilakukan pada tanggal 2 hingga 5 Juni 2009 di 33 provinsi se-Indonesia.

"Hasil survei menunjukan perbedaan persentase pemilih di antara tiga pasangan capres/cawapres tidak terlalu jauh," katanya.

Survei dilakukan dengan wawancara dan tatap muka serta kuisioner terstruktur dengan teknik sampling gugus bertahap terhadap 2.096 responden.

Ia mengatakan, survei menunjukan pasangan SBY-Boediono memperoleh suara pemilih 33,02 persen, JK-Wiranto mendapatkan 29,29 persen dan pasangan Mega-Prabowo mendapat dukungan 20,09 persen. Sedangkan sisanya 17,56 persen belum memutuskan dukungan.

"Jika hasil survei ini gagal total, saya siap LRI yang saya pimpin membubarkan diri," kata Johan.

Menurutnya, berdasarkan total sampel, estimasi margin of eror (kesalahan) yang diperoleh sebesar kurang lebih 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun demografi sosial responden antara lain, masyarakat desa 50,43 persen dan 49,57 persen masyarakat kota, sedangkat tingkat pendidikan responden 31,35 persen lulusan SD, 20,18 persen tamatan SMP, 23,33 persen lulusan SMA dan 4,72 persen sarjana.

"Saya yakin pilpres ini akan berlangsung dua putaran, karena persaingan akan ketat berkaitan terjadinya migrasi pemilih," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009