Lebih 166 ribu jemaah reguler lunasi biaya haji

Lebih 166 ribu jemaah reguler lunasi biaya haji

Arsip- Petugas Bank melayani calon jemaah haji yang melunasi Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPIH). (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

Pelunasan tahap pertama ini akan berlangsung hingga 30 April
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama mencatat lebih dari 166 ribu jemaah haji reguler sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1441H/2020M tahap pertama.

"Sampai kemarin, 166.661 jemaah haji reguler sudah melunasi Bipih 1441H," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Muhajirin, sebanyak 140.452 jemaah membayar pelunasan melalui teller di Bank Penerima Setoran (BPS). Sisanya atau sebanyak 26.209 jemaah memanfaatkan sistem pelunasan nonteller.

"Pelunasan tahap pertama ini akan berlangsung hingga 30 April mendatang. Jika masih ada sisa kuota, dibuka tahap kedua, 12-20 Mei 2020," tambah dia.

Kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 221.000 jemaah. Jumlah ini terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. Tahun ini, dari 203.320 kuota haji reguler, satu persen di antaranya atau 2.040 dikhususkan untuk lanjut usia.

Baca juga: Kemenag: lunasi biaya perjalanan ibadah haji melalui cara nonteller

Dia merinci, lima provinsi dengan pelunasan jemaah haji reguler terbesar adalah Jawa Barat sebanyak 31.901 orang, Jawa Timur 27.136 orang, Jawa Tengah 25.932 orang, Banten 8.150 orang dan Sumatera Utara 6.622 orang.

Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut dari Pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan haji 2020 akibat mewabahnya penyakit akibat virus corona jenis baru.

Pemerintah Arab Saudi juga meminta umat Muslim untuk menunda rencana beribadah haji hingga ada kejelasan mengenai akhir pandemi COVID-19.


Baca juga: Pemerintah siapkan pengembalian dana jika pelaksanaan haji batal
 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Biaya haji 2020 diprediksi naik, Wapres minta BPKH siasati subsidi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar