Jakarta (ANTARA News) - Harapan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda untuk meraih gelar juara pada turnamen Super Series Singapura Terbuka, pupus setelah mereka dikalahkan pasangan China Zhang Yawen/Zhao Tingting 14-21, 13-21 pada final, Minggu.

Tampil sebagai pertandingan pembuka pada final turnamen berhadiah total 200.000 dolar AS di Singapore Indoor Stadium, pasangan Indonesia yang tidak diunggulkan itu cukup menyulitkan unggulan kelima asal China tersebut di awal pertandingan.

Mereka bahkan tetap mempertahankan peluang dengan menjaga selisih angka tidak lebih dari lima poin hingga kedudukan 12-16, meskipun setelah itu semakin tertinggal dan menyerah 14-21 pada game pertama.

Pengembalian Greysia yang menyangkut net menutup pertandingan selama 55 menit setelah sebelumnya berhasil menambah dua angka saat tertinggal 11-19 dari pasangan juara All England tersebut.

"Sebenarnya China maupun kami mempunyai olahan `bola` yang sama-sama menyulitkan, tetapi yang membedakan hanya sentuhan akhirnya mereka masih lebih baik dari kami," ujar Greysia usai pertandingan.

Perebutan gelar Singapura Super Series merupakan final pertama bagi pasangan Greysia/Nitya yang pertamakali mengikuti kompetisi internasional pada Taiwan Terbuka Grand Prix Gold, September tahun lalu.

Sementara itu, pelatih ganda putri Aryono Miranat mengatakan bahwa permainan pasangan asuhannya itu sudah mengalami peningkatan meskipun lawan masih lebih baik.

"Tetapi setidaknya ini bisa menambah pengalaman," katanya.

Aryono juga mengatakan bahwa kekurangan-kekurangan yang masih tampak pada serangan dan pertahanan akan diperbaiki kembali dalam latihan.

"Serangan bisa lebih mematikan dan pertahanan lebih diperkuat," tambahnya.

Kekalahan tersebut menyisakan pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan sebagai satu-satunya harapan penyumbang gelar juara bagi Indonesia.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009