Jakarta (ANTARA News) - Dubes Indonesia untuk Kerajaan Qatar Rozy Munir mengatakan, terpilihnya Mahmoud Ahmadinejad untuk keduanya kalinya sebagai Presiden Iran karena dia populer di Timur Tengah (Timteng).

"Ahmadinejad populer dengan kesederhanaan pribadi dan tinggi intigritas dalam membela martabat bangsa sehingga menarik simpati bukan saja warga Iran, namun juga kawasan teluk," katanya ketika diminta tanggapannya dari Jakarta, Minggu.

Rozy mengaku saat mendampingi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzady menemui Presiden Iran tersebut disambut dalam suasana kekeluargaan tinggi, apalagi setelah tahu berasal dari Indonesia.

Bahkan wartawan meliput kunjungan PBNU ke Teheran itu bebas di sana, cerminan kesederhanaan Ahmadinejad yang menarik perhatian warga di kawasan teluk.

"Kemenangan Ahmadinejad diharapkan lebih mempererat hubungan dengan Indonesia. Iran khan penghasil minyak dan migas nomor dua terbesar di dunia sehingga berpeluang meningkatkan jalin kerjasama di sektor tersebut," ujar Rozy.

Dia menilai terpilihnya kembali Ahmadinejad ini juga dipengaruhi keberaniannya tampil di berbagai forum internasional dengan tetap menyuarakan kepentingan Timteng.

"Kebijakan politik Ahmadinejad yang kurang terlalu dekat dengan Barat itu didukung warga Iran maupun kawasan teluk. Integritas dalam membela martabat negara itu merupakan kebanggaan nasional sehingga memungkinkan terpilih kembali," kata Rozy.

Ditanya dampak terpilihnya Ahmadinejad dengan hubungan Iran - Amerika Serikat (AS), dia menjelaskan tergantung Presiden tersebut dalam menerima uluran tangan Presiden AS Barack Hussein Obama untuk berdialog.

"Normalisasi hubungan Iran - AS sangat diperlukan bukan hanya bagi kepentingan Iran saja, namun juga bagi perdamaian di kawasan Timteng dalam kaitannya dengan negara- negara Barat,"ujar Rozy.

Mahmoud Ahmadinejad dipastikan terpilih untuk kedua kalinya, Sabtu (13/6), pada Pemilu ke-10 Iran sejak revolusi 1979.

Ahmadinejad merupakan presiden Iran dari kubu konservatif. Dia lahir di kampung kecil Gamsar, 28 Oktober 1956.

Mantan Gubernur Teheran itu terpilih pertama kali sebagai Presiden Iran pada Pemilu ke-9, tahun 2005, mengalahkan mantan Presiden Hashemi Rafsanjani.

Pada pemilu 2009 ini, Ahmadinejad meraih 20 juta suara (68,8 persen), menyisihkan pesaingnya Mousavi yang meraih 10 juta suara (32,6 persen), dan Mehdi Karroubi dan Mohsen Rezaie, yang meraih 2 persen suara.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009