Jakarta (ANTARA News) - Produsen film "The Tarix Jabrix 2" berharap film yang mengisahkan tentang kehidupan geng motor itu akan lebih sukses dibanding yang pertama "The Tarix Jabrix".

Executive Producers "The Tarix Jabrix", Fiaz Servia, mengatakan, dibuatnya film "The Tarix Jabrix 2" adalah untuk mewujudkan keinginan penonton yang menginginkan film yang dibintangi lima personel grup band Changcuter itu diproduksi lagi.

"Keinginan pemirsa yang disampaikan melalui email, pesan singkat (SMS) dan media lainnya itu telah kami wujudkan dengan film yang kedua, dan kami berharap akan lebih sukses dari film sebelumnya The Tarix Jabrix 1," kata Fiaz dari PT Kharisma Starvision Plus di Jakarta, Senin.

Dalam cuplikan film itu diceritakan, setelah menjadi geng motor yang eksis di Kota Bandung, anggota eksklusif geng The Tarix Jabrix sekarang sudah beranjak dewasa.

Cacing (Tria), Mulder (Dipa), Dadang (Erick), Ciko (Alda) dan Coki (Qibil) telah menyelesaikan sekolahnya di SMA.

Geng mereka nyaris dipisahkan oleh seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), karena Cacing diterima di Surabaya, Mulder di Bali, Ciko di Padang, Coki di Bandung, sedangkan Dadang di Irian.

Cacing mengusulkan supaya The Tarix Jabrix Hijrah dan kuliah bersama di Jakarta, dan mereka pun sepakat terkecuali Dadang yang harus tetap tinggal di Bandung membantu ayahnya, Rohim (Sellen Fernandez) di bengkel Sugema yang baru pindah.

"Sengaja film The Tarix Jabrix 2 ini dibuat bertepatan dengan kelulusan SLTA yang akan memasuki bangku kuliah," kata Hanung Bramantyo, Co Producer The Tarix Jabrix.

Ia mengaku sangat tertarik terhadap urbanisasi karena bagi masyarakat daerah memiliki cara pandang tersendiri terhadap Kota Jakarta.

"Jakarta merupakan suatu misteri bagi masyarakat di daerah seperti yang digambarkan dalam film yang dibintangi Ishak dan Ateng 'Kejamnya ibukota tak sekejam Ibu tiri'," katanya.

Hanung sengaja membuat film tersebut untuk memberi semangat kepada masyarakat daerah yang memiliki tekad kuat untuk maju dan berjuang di Jakarta.

Tarix Jabrix juga dapat menjadi cermin bagi orang Jakarta yang mulai kehilangan persaudaraan, kepekaan sosial, seperti gotong royong, ronda, dan toleransi serta kasih sayang terhadap sesama.

"Selain menjadi tontonan dan hiburan pada musim liburan, film ini juga terkandung di dalamnya pesan moral yang cukup dalam," katanya.

Idbal Rais sutradara film "Tarix Jabrix 2" mengaku tidak kesulitan dalam mengarahkan personel film tersebut.

"Semuanya sudah seperti keluarga sehingga tidak ada kesulitan dalam proses pembuatannya yang hanya sekitar tiga minggu itu," katanya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009