Pasien COVID-19 Riau bertambah lagi dari klaster pertemuan Dumai

Pasien COVID-19 Riau bertambah lagi dari klaster pertemuan Dumai

Sejumlah keluarga pasien (kanan) memperhatikan tenaga medis dan penggali kubur yang mengenakan alat pelindung diri saat proses pemakaman keluarganya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud Palas di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (28/4/2020). ANTARA/FB Anggoro

lima orang positif di Kota Dumai tergabung dalam klaster yang sama
Pekanbaru (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 di Provinsi Riau pada Jumat (1/4) bertambah menjadi 42 kasus, setelah ada satu penambahan pasien akibat penularan di klaster Pertemuan Tenaga Kesehatan (Nakes) Teladan di Kota Dumai.

“Dan ini masih termasuk klaster pertemuan Nakes Teladan,” kata Juru Bicara COVID-19 Riau dr. Indra Yovi Sp.P (K) dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Jumat.

Ia menjelaskan satu kasus positif tersebut adalah pasien berinisial T, warga Kota Dumai. Pasien berusia 39 tahun dan kini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Dumai.

Ia mengatakan pasien ke-42 itu merupakan pegawai tata usaha di salah satu Puskesmas di kota pelabuhan tersebut. Pasien T merupakan hasil penelusuran (tracing) kontak dari pasien berinisial RR yang berasal dari Dumai.

Baca juga: Seorang santri Riau pulang dari Magetan positif COVID-19
Baca juga: Ustadz-ustadzah terdampak, DDII ajak warga Bengkalis-Riau ikut peduli


Dari klaster penularan Pertemuan Nakes Teladan Dumai sudah ada lima pasien positif, mayoritas dokter dan perawat.

“Sebanyak lima orang positif di Kota Dumai tergabung dalam klaster yang sama, yakni klaster Pertemuan Nakes Teladan,” ujarnya.

Kota Dumai sudah dinyatakan sebagai zona merah karena telah terjadi transmisi lokal dari virus mematikan tersebut. Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Riau terus meminta Wali Kota Dumai untuk segera mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran wabah.

Selain ada penambahan satu kasus positif, lanjutnya, terdapat tiga pasien yang sembuh dari virus corona dan telah dipulangkan.

“Sehingga total di Provinsi Riau terdapat 42 kasus positif. Terdiri dari 22 dirawat, 16 sehat dan sudah dipulangkan, dan empat meninggal dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan 241 pasien dalam pengawasan (PDP) masih dirawat, sedangkan yang meninggal dunia ada 86 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dalam pemantauan ada 11.674 orang. 

Baca juga: Pemkab Siak siapkan lahan pemakaman 3,2 ha untuk pasien COVID-19
Baca juga: Lab biomolekuler Riau uji ratusan swab pasien COVID-19
Baca juga: "Rapid test" di Riau, 6.081 ODP negatif dan 45 positif, sebut Dinkes


Pewarta: FB Anggoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar