Jakarta (ANTARA News) - Calon Presiden M Jusuf Kalla menegaskan salah satu hal yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah kejujuran.

"Masalah DPT itu bisa diselesaikan dengan administrasi yang baik, teknologi informasi yang baik dan kejujuran," kata Capres Jusuf Kalla pada debat calon presiden putaran terakhir yang dipandu oleh Dekan Fisipol UGM, Pratikno, di Jakarta, Kamis malam.

Debat kali ini mengambil tema Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Demokrasi dan Otonomi Daerah.

Menurut Kalla dalam persoalan DPT ini yang terpenting adalah terjaminnya hak rakyat untuk menyuarakan hak politiknya.

"Selain itu kita juga harus bisa dijamin DPR, DPRD bisa menjalankan fungsinya dengan baik," kata Kalla.

Selain itu Kalla juga menyoroti pentingnya kebebasan pers yang terjamin baik, namun tetap bertanggungjawab.

"Jadi janganlah ada yang menelepon pers untuk mengatakan ini yang boleh ditulis atau ini yang tidak," kata Kalla yang disambut tepuk tangan meriah.

Debat yang dipandu oleh moderator Pratikno ini berlangsung di Balai Sarbini mulai pukul 19:00 WIB hingga 21:00 WIB dan ditayangkan langsung oleh salah satu televisi swasta di Indonesia.

Debat antarcapres ini menutup rangkaian debat yang diselenggarakan KPU yang bekerjasama dengan stasiun televisi swasta di Indonesia.

Sebelumnya debat capres putaran pertama dilaksanakan pada 18 Juni dengan tema "Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih, serta Menegakkan Supremasi Hukum".

Setelah itu, dilaksanakan Debat Cawapres putaran pertama pada 23 Juni dengan tema "Membangun Jatidiri Bangsa".

Selanjutnya, Debat Capres putaran kedua yang diselenggarakan pada 25 Juni dengan tema "Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran".

Pada 30 Juni lalu, dilaksanakan Debat Cawapres putaran kedua atau terakhir dengan tema "Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009