Rumah pasien COVID-19 di Makassar dibobol maling

Rumah pasien COVID-19 di Makassar dibobol maling

Tim penyidik Polres Panakukang mengenakan APD saat memintai keterangan korban yang rumahnya dibobol maling yang sebelumnya menjalani isolasi COVID-19 di Hotel Swiss Bel in Makassar, Kamis (7-5-2020). ANTARA/HO

Makassar (ANTARA) - Rumah pasien Coronavirus Disease (COVID-19) di Jalan Kesadaran, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dibobol maling ketika mereka sedang menjalani program isolasi di Hotel Swiss Bell, Kamis.

Maling membawa kabur uang senilai Rp20 juta, emas 15 gram, dan sejumlah barang berharga lainnya ketika rumah dalam keadaan tanpa penghuni.

Seluruh penghuni di rumah tersebut  sebanyak 25 orang. Mereka sedang mengikuti program isolasi berdasarkan hasil rapid test yang menunjukkan tanda reaktif.

Baca juga: Hotel di Lombok tawarkan paket isolasi mandiri COVID-19

Baca juga: 46 positif COVID-19 di kluster Tembora asal Sulsel


Dari informasi yang dikumpulkan, kata Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Panakkukang Kompol Jamal Fatur Rakhman, dugaan sementara ada empat pelaku masuk ke rumah korban, lalu menggasak uang, emas, dan barang-barang berharga lainnya.

Pengumpulan informasi dan keterangan dari korban, kata Kompol Jamal, langsung bersama tim penyidik dengan tetap menjalankan protokol standar prosedur kesehatan.

Mereka mengenakan alat pelindung diri (APD) hazmat dan kelengkapan lainnya, mengingat rumah korban sudah terkontaminasi virus tersebut.

Kendati pemilik rumah sudah dinyatakan negatif setelah menjalani isolasi di hotel selama 14 hari bersama keluarganya, kata Kompol Jamal, protap kesehatan harus tetap dijalankan.

"Saya dan anggota mendatangi langsung ke lokasi untuk meminta keterangan dari korban, tentu sesuai dengan standar kesehatan mengenakan APD dengan pengambilan keterangan menggunakan protokol COVID-19. Pasalnya, korban ini pernah berstatus positif," kata Kompol Jamal.

Pada saat meminta keterangan, lanjut dia, korban harus berada di dalam pagar rumah, sementara tim penyidik di luar pagar dengan mengatur jarak guna menghindari kontak fisik dengan korban.

"Peralatan kami bawa sendiri dari kantor sesuai dengan protokol kesehatan tanpa korban harus keluar rumah. Sejumlah keterangan diperoleh untuk menguatkan penyidikan. Dugaan para pelaku masuk lewat belakang saat rumah dalam keadaan kosong," katanya.

Baca juga: Darurat COVID-19, hotel di Rusia sediakan layanan isolasi diri

Baca juga: Ratusan tamu harus jalani 14 hari isolasi di dalam hotel di Spanyol


Meski sudah dikatakan negatif, korban tetap diminta untuk isolasi mandiri sampai benar-benar dinyatakan sehat oleh tim Gugus Tugas COVID-19 Makassar.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku yang berani membobol rumah di tengah pandemi virus corona.

Setelah masa isolasi selesai dan dinyatakan negatif, mereka pulang. Namun, setiba di rumahnya, kondisi berbeda, atau sedikit berantakan.

Ketika diperiksa sejumlah uang, emas, dan barang berharga lainnya, raib dibawa pelaku.

Pewarta: M. Darwin Fatir
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

IDI: Klaim rumah sakit harus segera dibayarkan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar