Jakarta (ANTARA News) - Tim penyidik Mabes Polri yang melakukan penyisiran di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, menemukan laptop berukuran 14 x 13 inci yang diduga milik pelaku bom bunuh diri dan beberapa informasi sandi-sandi tertentu.

"Laptop itu di temukan petugas di salah satu ruangan hotel Ritz-Carlton sekitar pukul 12.50 WIB," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Chryshnanda Dwi Laksana di Jakarta, Sabtu.

Chryshnanda mengatakan, selain menemukan laptop, penyidik Polri juga juga menemukan sandi-sandi yang diduga digunakan pelaku untuk berkomunikasi.

Penemuan itu selanjutnya diamankan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu Dikdik Ahmad Taufik, pegawai keamanan Hotel JW Marriot yang menjadi korban ledakan kepada wartawan di RS Jakarta menyebutkan, ciri-ciri salah satu orang yang diduga pelaku pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton yakni memiliki tinggi badan sekitar 172 cm, kulit sawo matang, berusia antara 25-28 tahun.

"Dari logat bicaranya orang kita (Indonesia), mukanya juga seperti kita (orang Indonesia)," katanya.

Menurut Dikdik, dia sempat menegur pelaku karena membawa koper beroda ke arah Restoran Syailendra, Hotel JW Marriott.

Jumat pagi itu sedang berlangsung rapat yang dihadiri sejumlah top eksekutif, termasuk Timothy Mackay (Presdir PT Holcim Indonesia), Natan Verity dari Verity HR dan Garth Mcevoy dari PT Thiess, yang juga menjadi korban.

"Saya berpikir, kalau dia ikut meeting tidak mungkin bawa koper. Lalu saya tanya, mau ketemu siapa?" katanya bercerita.

Menurutnya, orang yang diduga pelaku itu memberi jawaban pendek, "Ketemu bos saya, ngasih pesanan," kata Dikdik menirukan jawaban orang itu.

Dengan alasan itu, katanya, ia meloloskan orang itu. Dikdik mengaku sama sekali tidak menduga bahwa orang yang ditegurnya itu kemungkinan besar adalah pelaku pemboman.

Dia mengaku baru menyadarinya setelah melihat rekaman CCTV hotel yang ditunjukkan polisi kepadanya.

Berdasarkan rekaman video yang ditayangkan TvOne, dari dalam Hotel JW Marriott terlihat seseorang membawa tas dari depan hotel pada Jumat (17/7) pagi.

Pria itu mengenakan baju berwarna gelap, mengenakan topi dan membawa dua tas. Satu tas berjenis trolly yang diseret dengan tangan kanan, satu tas lainnya dijinjing di bahu kanan.

Dalam video itu terlihat pelaku sudah masuk ke dalam lobi dan langsung mengambil ke arah kanan. Sejumlah petugas di dekat detektor logam terlihat sudah memperhatikan orang yang mencurigakan itu.

Usai dari lobi dalam hotel, si pelaku masuk ke dalam area restoran. Tak lama kemudian, sekitar 30-40 detik kemudian, terjadi ledakan. Tepat di belakang pelaku ledakan, terdapat seorang warga asing yang mengenakan baju berwarna putih.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009