Sukabumi (ANTARA News) - Bocah penderita gizi buruk Sandi Rizki (5) warga Kampung Cisarua RT 01 RW 03 Desa Cisarua Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi meninggal dunia setelah dirawat lima hari di RSUD Syamsudin Sukabumi.

Putra pasangan Nanang Sumarna (55) dan Ejeh (40) yang kedua orang tuanya tidak mempunyai pekerjaan tersebut, sebelum dirawat kondisinya sangat meprihatikan. Berat badan bocah tersebut jauh dari normal yakni hanya 10 kg atau setengah ukuran berat badan normalnya.

Keterangan yang dihimpun ANTARA, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Sandi Rizki sempat tidak sadarkan diri sejak pagi. Walaupun sudah dibantu dengan maksimal oleh tim medis rumah sakit akhirnya bocah itu meninggal sekitar pukul 16.00 WIB.

Nanang menjelaskan, putra bungsu dari 10 bersaudara itu sebelum meninggal dunia sempat terseret truk puluhan meter pada Senin (19/1) lalu hingga mengalami luka pada bagian kaki bahkan pinggulnya patah. Melihat kondisi anaknya tidak kunjung sembuh sekitar seminggu selanjutnya Rizki dibawa kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Walaupun sudah dirawat di rumah sakit, tetap saja anak saya tidak sembuh," jelas Nanang,

Karena keadaan ekonomi keluarga Nanang yang morat-marit, sehingga pihaknya tidak bisa memberikan pasokan gizi kepada anaknya tersebut. "Anak saya dirawat di sini juga melalui Askeskin, dan surat keterangan tidak mampu," ujar Nanang.

Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD R. Syamsudin SH, dr. Jeffri PS, mengatakan, pasien ini awalnya statusnya sudah menderita gizi buruk. "Gizi buruk itu dinilai berdasarkan dari umurnya dibandingkan dengan berat badan, tinggi badan pasien," jelas Jeffri

Ia menambahkan, sejak masuk pihaknya langsung menangani dan diberikan cairan yang cukup. "Cairan itu kami berikan untuk menambah energi si pasien dan untuk menambah berat badan atau gizi bocah itu", tambahnya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009