Lima pasien COVID-19 di Tulungagung sembuh dan boleh pulang

Lima pasien COVID-19 di Tulungagung sembuh dan boleh pulang

Wadir RSUD dr. Iskak, dr. Kasil Rohkmad dan perwakilan manajemen simbolis melepas enam (lima di antaranya pasien COVID-19) dari rumah karantina Asrama RSUD dr. Iskak, Tulungagung, Senin (10/5/2020). ANTARA/HO-RSUD dr. Iskak.

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Sebanyak lima orang pasien COVID-19 Tulungagung, Jawa Timur, diperbolehkan pulang  meninggalkan rumah karantina di Asrama RSUD dr. Iskak, Tulungagung, setelah dua kali hasil swab terakhir mereka terkonfirmasi negatif corona.

Seremoni pelepasan para pasien COVID-19 itu dipimpin oleh Wakil Direktur RSUD dr. Iskak, dr. Kasil Rohkmad dan ditandai dengan penyerahan karangan bunga oleh perwakilan perawat kepada para pasien yang baru bebas dari rumah karantina selama hampir sebulan tersebut.

"Alhamdulillah hari ini yang sembuh cukup banyak. Semoga ini memotivasi (pasien COVID-19) yang lain agar juga sembuh dan bisa beraktivitas lagi seperti biasa," kata dr. Kasil Rohkmad.

Saat pelepasan, ada enam yang diperbolehkan keluar dari rumah karantina Asrama RSUD dr. Iskak.



Namun satu di antaranya merupakan perawat RSUD dr. Iskak yang ikut karantina sepekan karena hasil rapid test positif namun swab dinyatakan negatif corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro menjelaskan, dengan sembuhnya lima pasien COVID-19 terakhir, dengan demikian total sudah ada 11 yang sembuh dari infeksi virus corona.

"Ini menjadi optimisme kita semua bahwa kasus COVID-19 ini memang bisa sembuh secara alami. Kami berharap 21 pasien lain juga demikian (sembuh)," kata Galih.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro di Tulungagung, Senin (11/5/2020). (Ist)


Dijelaskannya, lima pasien yang sembuh dari COVID-19 terdiri dari satu petugas Kemenag Tulungagung dan tenaga medis (dokter) Puskesmas serta tiga tenaga paramedis di RSUD dr. Iskak, Tulungagung.

Dua orang yang disebut pertama merupakan pasien COVID-19 yang terpapar dari kluster pelatihan haji di Surabaya, sedangkan tiga sisanya tertular dari kluster ketiga atau kluster tenaga medis RSUD dr. Iskak.

"Mereka ini ada yang dilakukan swab tiga kali, tapi ada juga yang lebih. Berulang-ulang sampai hasil swab dinyatakan dua kali negatif," katanya.

Kondisi mereka saat ini semua sehat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung juga telah memberikan surat keterangan sehat kepada masing-masing pasien sembuh, supaya saat beraktivitas keluar tidak stigma negatif apalagi sampai ditakuti warga sekitar.

Salah satu pasien sembuh, Jumaris mengucapkan terima kasih kepada pihak RSUD dr. Iskak, satgas (gugus tugas) dan semua yang telah mendukung dan memfasilitasi mereka hingga sembuh dari corona.

Jumaris dan teman-teman saat ini mengaku sekarang bisa menikmati "kebebasan" setelah hampir 34 hari menjalani karantina, baik saat masih di Rusunawa IAIN Tulungagung maupun setelah pindah ke rumah karantina asrama RSUD dr. Iskak.

"Pesan kami untuk teman-teman yang masih menjalani karantina agar terus semangat, hindari stres dan jangan panik. Karena stres dan panik itu dari separuh dari sakit. Percayalah kita semua bisa sembuh dari COVID-19," ujar Jumaris sebelum melenggang keluar dari rumah karantina asrama RSUD dr. Iskak.*
 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar