Brisbane (ANTARA News) - "Kantata Takwa" menjadi satu-satunya film karya sineas Indonesia yang ikut memeriahkan Festival Film Internasional Brisbane (BIFF) yang akan berlangsung selama 11 hari mulai Kamis (30/7).

Informasi yang dihimpun ANTARA News di Brisbane, Senin, menyebutkan, film Indonesia yang dirilis tahun 2008 itu akan diputar dua kali, yakni pada 4 dan 9 Agustus.

Film semi dokumenter yang antara lain dibintangi WS Rendra, Iwan Fals, Sawung Jabo, Setiawan Djody, dan Clara Sinta itu menyuarakan protes terhadap rezim represif Orde Baru.

BIFF 2009 yang acara pembukaannya akan dilangsungkan di Sinema "Regent" Brisbane pada 30 Juli malam itu dimeriahkan puluhan film dari 48 negara.

Tuan rumah, Australia, menyuguhkan 37 film dalam festival film yang sudah digelar sejak 1992 dan menyedot sedikitnya 350 ribu pencinta film di negara itu.

Di antara film-film Australia yang diputar selama BIFF itu adalah "Aunty Maggie and the Womba Wakgun", "Balibo", "Bourke Boy", "Chainsaw", "Dance of Death", "Darra Dogs", dan "Dreamland".

Selain dimeriahkan film-film Indonesia dan Australia, BIFF 2009 juga menyuguhkan film-film dari 44 negara lainnya, seperti Belanda, Jepang, Kazakhstan, Jerman, Uruguay, Amerika Serikat, Swedia, Norwegia, dan Inggris.

Pada Juli dan Agustus 2009 ini, selain menyelenggarakan BIFF, Australia juga menggelar Festival Film Internasional Melbourne (MIFF).

Seperti halnya di BIFF, film Indonesia juga ikut memeriahkan MIFF. Di festival film Melbourne yang berlangsung dari 24 Juli hingga 9 Agustus itu, Indonesia mengikutsertakan tiga film, yakni "Babi Buta yang Ingin Terbang", "Rumah Gila", dan "Jermal".

Di dua festival film internasional itu, panitia menyuguhkan film "Balibo" karya Sutradara Robert Connolly yang mengangkat kisah kematian lima orang jurnalis asal Australia di Timor Timur tahun 1975.  (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009