Jakarta (ANTARA) - Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) selama lima hari, terhenti Rabu, akibat anjloknya bursa regional. IHSG BEI ditutup turun 11,293 poin atau 0,50 persen menjadi 2.225,812 dan indeks saham-saham unggulan (LQ45) melemah 2,449 poin atau 0,56 persen ke posisi 436,098.

"Melemahnya bursa AS yang diikuti oleh bursa regional telah menekan perdagangan saham di BEI," kata Analis Riset PT Panin Capital Bayu Aji di Jakarta.

Sejak 22 Juli 2009 lalu IHSG ditutup menguat dan ditutup di level 2.125,610 terus melaju ke posisi 2.237,104 pada Selasa (28/7) kemarin.

Beberapa bursa di kawasan Asia ditutup turun, diantaranya bursa Hongkong dengan indeks Hang Seng yang menurun 489,039 poin atau 2,37 persen ke level 20.135,500 dan bursa Singapura dengan indeks Straits Times yang melemah 18,490 poin atau 0,70 persen ke posisi 2.605,550.

Kondisi inilah yang memicu 128 saham di BEI turun, sedangkan yang naik hanya 82 dan 57 tidak berubah harganya.

Beberapa saham unggulan yang mendorong indeks BEI turun diantaranya saham Bumi Resources yang melemah Rp50 ke posisi Rp2.200, Energi Mega Persada turun Rp15 ke harga Rp340, Telkom melorot Rp100 menjadi Rp8.850 dan Antam melemah Rp75 ke ke level Rp2.075.

Menurut Bayu, reaksi pasar terhadap survei keyakinan konsumen yang lebih lemah daripada perkiraan di AS telah membuat para pelaku pasar bereaksi negatif.

"Namun kekhawatiran ini hanya berjalan sebentar, hal ini terlihat para pelaku pasar kembali melakukan pembelian kembali sahamnya, sehingga penurunan IHSG tidak terlalu tajam," katanya.

Pada pertengahan perdagangan, IHSG sempat terkoreksi hingga level 2.190,410 atau turun 46,695 poin atau 2,08 persen.

Bayu mengatakan, berkurangnya tekanan jual ini setelah bursa Eropa dibuka positif. "Bursa Eropa yang dibuka positif telah membuat pelaku pasar kembali berburu saham kembali, sehingga mengurangi penurunan indeks BEI," jelasnya. Salah satu bursa Eropa, FTSE di awal perdagangan Rabu naik 37,680 poin atau 0,83 persen ke posisi 4.565,310.

Pada perdagangan Rabu ini, transaksi yang terjadi sebanyak 110.028 kali dengan melibatkan 5,460 miliar saham berpindah tangan dan nilai mencapai Rp4,752 triliun. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009