Gorontalo (ANTARA News) - Setelah sempat lari dari Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Gorontalo selama satu hari satu malam, pasien suspect flu babi (A-H1N1), akhirnya ditemukan, dan diantar kembali ke rumah sakit tersebut.

Pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 25 tahun, yang berinisial EH itu, dijemput oleh pihak Dinas Kesehatan, di kediamannya, Desa Malango, Dusun satu Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.

"Setelah kami melakukan pendekatan persuasif, akhirnya yang bersangkutan mau kami antar kembali ke RSAS," kata Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Pohuwato, Bernie Mamitoho, Selasa.

Dia mengungkapkan, pada Senin dini hari (3/8) kemarin, EH dinyatakan telah melarikan diri, dari ruang isolasi khusus penanganan flu babi di RSAS.

EH sebelumnya merupakan rujukan dari rumah sakit Pohuwato, pada Kamis malam (30/7) yang lalu, dia langsung diisolasi di ruang G4 RSAS.

Saat diterima pihak RSAS, EH mengalami demam dan panas tinggi lebih dari 39 derajat Celsius, disertai dengan keluhan sakit persendian, batuk, sakit tenggorokan, serta radang paru-paru.

Dia diduga kuat tertular flu babi, lantaran mempunyai riwayat kontak dengan warga negara asing, saat mengikuti sebuah forum keagamaan bertaraf internasional, yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain EH, terdapat dua orang pasien suspect flu babi lainnya, yang merupakan rekan EH dan sama-sama mengikuti forum keagamaan yang di gelar di Senayan Jakarta itu.

Sementara itu, pihak RSAS masih menunggu hasil uji sampel darah ketiga pasien tersebut, yang kini sedang diperiksa di laboratorium kesehatan, Departemen Kesehatan RI di Jakarta. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009